Senin, 9 Maret 2026

Berita Viral

Terungkap Alasan Timothy Anugerah, Mahasiswa Unud Sering Dibully Rekan Sesama Mahasiswa hingga Tewas

Kasus tewasnya mahasiswa Unud Timothy Anugerah makin terungkap. Ia diduga sering dibully oleh rekan sesama mahasiswa sebelum meninggal dunia.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Terungkap Alasan Timothy Anugerah, Mahasiswa Unud Sering Dibully Rekan Sesama Mahasiswa hingga Tewas
ISTIMEWA
6 PEMBULLY TIMOTHY - Timothy Anugerah Saputra mahasiswa semester VII Jurusan Sosiologi FISIP Unud, tewas setelah jatuh dari lantai 4 Gedung FISIP pada Rabu (15/10/2025) pagi. Kasus tewasnya mahasiswa Unud Timothy Anugerah makin terungkap. Ia diduga sering dibully oleh rekan sesama mahasiswa sebelum meninggal dunia. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus meninggalnya Timothy Anugerah Saputera, mahasiswa Kedokteran Universitas Udayana Bali kini menjadi sorotan publik.

Timothy tewas usai jatuh dari lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unund) pukul 09.00 WIB, Rabu (15/10/2025).

Disebut dirinya berani melompat dari ketinggian itu karena diduga kerap menjadi sasaran bullying oleh rekan sesama mahasiswa.

Informasi ini muncul setelah pihak kampus melakukan intvestigasi internal terkait dugaan itu.

Dugaan itu diperkuat dengan kesaksian sejumlah temannya yang menyebut Timothy sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan selama menjalani program koas atau profesi dokter muda.

Dilansir dari TribunnewsBogor.com, Setelah ia tewas, ada sejumlah mahasiswa FISIP angkatan 2023 yang membully di sebuah grup WhatsApp.

Hal tersebut menimbulkan asusmsi bahwa sebenarnya selama kuliah pun mahasiswa lain memperlakukan Timmy seperti itu.

Bahkan beredar isu penyebab Timothy Anugerah Saputra melompat dari lantai 4 karena tertekan bullyan mahasiswa lain.

Baca juga: Imbas Kasus Kematian Timothy Anugerah, 3 Mahasiswa Koas Unud Resmi Dikeluarkan dari Rumah Sakit

Ayahnya, Lukas Triana Putra mengatakan selama 7 semester kuliah  di Unud Timmy memang tidak bercerita tentang pembullyan.

"Selama ini sih saya tidak mendengar," katanya.

Selama 5 bulan terakhir Timmy memang tinggal bersama ibunya di Bali.

Sedangkan Lukas menetap di Bandung.

Atas adanya kondisi jarak ini, keduanya hanya bisa berkomunikasi lewat telepon.

"Saya menanyakan selalu apa ada masalah di kampus ? Apa ada masalah dengan teman-teman Timmy ?" katanya saat diwawancara Kompas TV.

Lukas menceritakan kondisi Timmy yang sempat speed delay atau terlambat bicara saat kecil.

Menurutnya dia baru bisa bicara di usia 3 tahun karena telinganya tersumbat.

Setelah dibawa ke dokter, masalah tersebut selesai. Timmy bisa bicara dan mendengar dengan baik.

Baca juga: BPNT dan BLT Kesra Resmi Cair Oktober 2025, Cek Daftar Penerima dan Cara Pencairannya di Sini

Timmy kecil memulai pendidikannya di sekolah internasional.

Hal itu membuatnya lebih terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

"Kita masukkan ke sekolah internasional, jadi dia lebih menguasai bahasa Inggris dibanding Indonesia. Kelas 3 dan 4 kita pindahkan ke sekolah lokal yang holistik dari situ kita pun mendampingi dengan les bahasa Indonesia agar bahasa Indonesianya bisa lancar," katanya.

Oleh sebab itu jika dilihat dari sejumlah postingan dan video, Timmy bicara dengan bahasa Indonesia yang baku.

"Jadi kalau bisa dilihat bahasa Indonesianya baku sekali, jadi kesannya banyak yang bully ngelihat anak saya kayak anak kecil cara bicaranya. Karena dari kecilnya memang seperti itu," katanya.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab Timmy melompat.

"Nah itu masih dalam proses penyelidikan dari kami," katanya.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari dosen, teman satu angkatan, teman satu kelas, sampai sahabat Timmy.

Menurutnya dari semua saksi, tidak ada keterangan yang mengarah bahwa Timothy Anugerah Saputra melompat dari lantai 4 karena dibully.

"Tidak ada menyampaikan atau menyebutkan bahwa selama ini mengetahui adanya perundungan yang dialami korban," katanya.

Baca juga: Daftar Lengkap Tarif Listrik Per kWh Pelanggan Subsidi dan Non-Subsidi Periode 20–26 Oktober 2025

Polisi sudah menyarankan pada keluarga untuk melakukan penyelidikan dan mencari informasi dari handphone Timmy.

"Kalau memang diperkenankan kami untuk melihat atau membuka HP korban mungkin saya bisa ditemukan informasi," katanya.

Kata Laksmi, handphone Timothy kini berada di tangan sang ibu.

"Tetapi dari pihak ibu sudah menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah dan tidak mau memperpanjang masalah ini ke jalur hukum jadi akses untuk handphone tidak bisa kami dapatkan," katanya.

Ia mengatakan ibu Timmy tidak berkenan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Selain itu jenazah Timmy juga sudah dikremasi.

"Ibu kandung korban tidak berkenan untuk melanjutkan ke proses hukum. Sudah ada penandatanganan berita acara. Korban juga sudah dikremasi," katanya. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved