Berita Viral
Imbas Kasus Kematian Timothy Anugerah, 3 Mahasiswa Koas Unud Resmi Dikeluarkan dari Rumah Sakit
Tiga mahasiswa Koas Unud Bali di RSUP Prof INGN Ngoerah Denpasar resmi dikeluarkan usai tindakan perundungan yang dilakukannya terhadap Timothy.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Tiga mahasiswa Koas Universitas Udayana (Unud) Bali di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof INGN Ngoerah Denpasar resmi dikeluarkan.
Ketiga mahasiswa ini ternyata diduga memberikan komentar bernada perundungan terhadap kematian salah satu mahasiswa.
Mahasiswa itu bernama Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unud.
Dari kabar yang beredar, Timothy ini kerap mendapatkan perundungan dari mahasiswa lain.
Kasus perundungan inilah yang akhirnya membawa Timothy hingga tewas.
Dilansir dari TribunPadang.com, Timothy diketahui merupakan mahasiswa semester VII jurusan Sosiologi yang meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai dua Gedung FISIP Unud pada Rabu (15/10/2025).
Plt Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah, I Wayan Sudana, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan mengenai dugaan komentar tidak pantas di media sosial yang dilakukan sejumlah peserta koas.
Baca juga: BPNT dan BLT Kesra Resmi Cair Oktober 2025, Cek Daftar Penerima dan Cara Pencairannya di Sini
“Kami telah mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi lebih lanjut. Langkah ini diambil karena tindakan mereka menimbulkan citra buruk bagi RS Ngoerah maupun Unud,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (20/10/2025).
Sudana menegaskan bahwa para dokter koas tersebut bukan karyawan tetap RSUP Prof Ngoerah, sehingga tidak dapat mewakili lembaga rumah sakit.
Namun, apabila terbukti melakukan pelanggaran etik atau perundungan, mereka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku di lingkungan universitas.
Tiga Mahasiswa Diduga Terlibat, Enam Lainnya Sudah Minta Maaf
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa tiga mahasiswa Unud yang sedang menjalani koas di RS Ngoerah turut berkomentar tidak pantas terkait kematian TAS.
Sebelumnya, enam mahasiswa lain telah lebih dulu meminta maaf secara terbuka usai tangkapan layar percakapan WhatsApp mereka yang berisi ejekan terhadap korban tersebar luas.
Mereka yang sudah meminta maaf antara lain:
- Vito Simanungkalit, Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra
- Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama, Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan
- Maria Victoria Viyata Mayos, Kepala Departemen Eksternal
- Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana, Wakil Ketua Departemen Minat dan Bakat
- Leonardo Jonathan Handika Putra, Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan
- Putu Ryan Abel Perdana Tirta, Ketua Komisi II DPM FISIP Unud
Korban Diduga Alami Tekanan Mental Sebelum Meninggal Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/kasus-perundungan-timothy.jpg)