Berita Viral
Viral! Siswa SMK Dipersulit, Kurang Rp100 Ribu Biaya Sekolah Langsung Dilarang Ikut Ujian, Tragis!
Orangtua geram, siswa SMK dilarang ikut ujian karena kekurangan biaya sedikit saja. Begini kisah di balik kebijakan kontroversial sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMK-Pembaharuan-Purworejo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kebijakan pembayaran biaya pendidikan di SMK Pembaharuan Purworejo menuai kontroversi.
Seorang siswa terpaksa dilarang mengikuti ujian karena tunggakan biaya, meski jumlahnya relatif kecil, memicu protes dari orangtua dan pengawas pendidikan.
Hal itu disampaikan Tri Wahyuni (55), salah seorqang wali murid.
Katanya kalau kurang bayar Rp100 ribu saja, anak pasti sudah tidak bisa ikut ujian.
Dilansir dari TribunJatim.com, Ia bahkan disuruh pihak sekolah untuk mencari pinjaman.
H (16), anak Tri Wahyuni sempat diusir dilarang ikut ujian dan disuruh ke perpustakaan karena belum melunasi di tenggat waktu yang ditentukan oleh sekolah.
Dia saat ini masih memiliki tanggungan biaya pendidikan sebesar Rp4,5 juta.
Kebijakan kontroversial yang diterapkan SMK Pembaharuan Purworejo, menuai kritik dari orangtua siswa dan pengawas pendidikan.
Sekolah di bawah naungan Yayasan Pembaharuan itu mewajibkan seluruh siswa melunasi biaya pendidikan paling lambat Sabtu (18/10/2025), dengan ancaman nonaktif atau dianggap mengundurkan diri bagi yang belum melunasi.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan per 16 Oktober 2025 yang ditandatangani Kepala SMK Pembaharuan Purworejo, Sugiri.
Surat itu disampaikan melalui wali kelas kepada seluruh siswa.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa hanya siswa yang sudah melunasi biaya sekolah yang diperbolehkan mengikuti Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) yang dijadwalkan pada Senin (20/10/2025).
Pada poin lain dijelaskan bahwa siswa yang belum melunasi hingga batas waktu yang ditentukan akan dianggap mengundurkan diri secara otomatis.
Siswa Dilarang Ikut Ujian
Kebijakan tersebut terungkap setelah Tri Wahyuni mendatangi Kantor Balai Wartawan Purworejo untuk meminta bantuan terkait kasus yang dialami anaknya, H, siswa kelas XI.
| Viral! Dua Gadis Tunarungu Lolos Kerja di Matahari, Ternyata Saudari Kembar, Banjir Dukungan |
|
|---|
| Viral Curi Uang Pedagang Nasi Uduk, Pria di Bekasi Dibekuk Polisi |
|
|---|
| DPR Turun Tangan, PHK Karyawan Mie Sedaap Resmi Disetop |
|
|---|
| Bayi 6 Bulan Meninggal, Keluarga Salahkan Puskesmas: Tabung Oksigen Kosong, Ambulans tak Ada |
|
|---|
| Anak jadi Korban Kekerasan Pacar sang Ibu saat Check In di Hotel |
|
|---|