Berita Viral
Terungkap Alasan Vita Amalia Rekam Aksi Injak-injak Al-Qur’an, Kini Berujung Minta Maaf ke Publik
Viral video Vita Amalia injak Al-Qur’an menuai kecaman. Ia akhirnya buka suara, ungkap alasannya, dan sampaikan permintaan maaf di hadapan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Vita-Amalia-injak-Al-Quran.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Baru-baru ini viral di media sosial seorang perempuan menginjak-injak Al Quran.
Perempuan itu berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.
Aksinya ini pun menuai komentar tajam dari warganet.
Mengapa tidak, kitab suci milik Muslim ini dijadikan sebagai alat untuk mengungkapkan kemarahannya.
Setiap muslim seharusnya menjaga kitabnya dengan sungguh-sungguh bukan dijadikan sebagai alat.
Dilansir dari TribunJabar.id, Dalam video berdurasi 54 detik tersebut, wanita tersebut menginjak Al Quran sambil melontarkan pernyataan terkait tuduhan perselingkuhan yang dialaminya.
Ia mengaku alasan menginjak Al Quran sebagai bukti bahwa tuduhan dirinya selingkuh tidak benar.
"Hoi aku lah bosan dituduh-tuduh terus, aku capek, aku injak Al Quran ini sebagai bukti kalau aku dak selingkuh dan kalau aku bersalah aku keno laknat," ujar ASN dalam video tersebut.
Belakangan diketahui sosok ASN yang menginjak Al Quran itu bernama Vita Amalia (VA).
Baca juga: Proyek Belum Selesai, Mobil Malah Terparkir Anteng di Atas Pedestrian Kanal Tanggidaa Gorontalo
Ia berdinas sebagai staf di Kelurahan Kampung Pensiunan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.
Pasca viralnya video tersebut, VA memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf di Polres Kepahiang pada Jumat (10/10/2025).
Dalam video klarifikasinya yang dibagikan oleh pihak kepolisian, VA mengakui jika tindakannya dilakukan dalam kondisi sakit.
Ia juga mengaku ada tekanan psikologis akibat masalah pribadi.
VA juga menjelaskan bahwa benda yang diinjaknya bukanlah Al Quran secara utuh, melainkan buku surat Yasin.
"Kejadian tersebut saya lakukan karena saya dalam keadaan sakit dan tertekan dalam permasalahan pribadi saya," ujar VA, dilansir dari Tribun Medan.
"Saya mengakui telah menginjak Al Quran dalam melakukan sumpah. Atas kekeliruan ini saya mohon maaf," tuturnya.
VA menegaskan bahwa tindakannya tersebut bukanlah bentuk pelecehan terhadap kitab suci.
Melainkan bagian dari sumpah pribadi untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
Meski demikian, ia menyadari bahwa tindakannya telah menimbulkan kemarahan masyarakat dan mengakui kesalahannya secara terbuka.
Tanggapan PCNU Kepahiang Bengkulu
Viralnya aksi oknum ASN menginjak Al Quran itu ditanggapi Ketua PCNU Kepahiang Bengkulu, Supran Effendi.
Baca juga: Terungkap Kronologi Mursiti Wafat Usai Operasi: Luka Terbuka Tak Dijahit dan Ada Kain Kasa di Perut
Supran Effendi mengatakan tindakan yang bersangkutan tidak bisa dibenarkan.
Menurutnya, umat Islam sudah seharusnya merasa marah dan mengecamnya.
Namun, Supran meminta agar umat Islam di Kepahiang juga berbesar hati dan membuka pintu maaf.
Apalagi, ASN yang bersangkutan juga telah mengakui perbuataannya dan telah meminta maaf kepada masyarakat.
"Di balik itu, kita sebagai umat Islam juga memahami latar belakang yang bersangkutan melakukan hal itu, yang dalam keadaan kecewa, kalut, dan stres menghadapi masalah pribadinya," kata Supran kepada Tribun Bengkulu, Minggu (12/10/2025).
PCNU sendiri, lanjut Supran, mempersilakan jika ada masyarakat yang tidak terima dan mau membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Hanya saja, dia meminta agar masyarakat tidak memperpanjang masalah ini.
Ia meminta masyarakat menyerahkan proses hukuman dan sanksi kepada bersangkutan yang akan dilakukan Pemkab Kepahiang.
"Iya, percayakan sanksi dan hukuman kepada bersangkutan akan diberikan Pemkab Kepahiang," ungkap dia.
"Hemat kami, masalah ini tidak perlu dibuat berlarut-larut," pungkasnya.
Respon Pemerintah
Menanggapi kejadian ini, Asisten II Setdakab Kepahiang, Musi Dayan, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan berbagai instansi terkait.
Termasuk Inspektorat, BKDPSDM, pihak Kelurahan, dan Kesbangpol.
Baca juga: Beredar Isu Gaji ASN dan Pensiunan Naik 12 Persen November 2025, Ini Tanggapan Resmi Menkeu Purbaya
Pemerintah Kabupaten Kepahiang berencana membentuk tim khusus untuk melakukan klarifikasi langsung kepada VA.
"Mudah-mudahan dalam waktu 24 jam, kita sudah bisa memanggil dan melakukan klarifikasi ke yang bersangkutan," ujar Musi Dayan kepada Tribun Bengkulu.
Terkait sanksi dan hukuman yang akan dijatuhkan, Dayan menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Sekretaris Daerah atau Bupati.
Semua hasil klarifikasi akan dilaporkan kepada pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Lurah Kampung Pensiunan, Yudi, membenarkan bahwa VA merupakan staf di kantornya dan telah bertugas selama empat tahun terakhir.
Namun, VA diketahui tidak berdomisili di Kepahiang, melainkan di Curup, Kabupaten Rejang Lebong.
Yudi mengaku baru mengetahui insiden tersebut dan akan segera memanggil VA untuk meminta penjelasan.
"Saya baru tahu tapi kalau namanya benar nama staf kami, kita akan memanggil untuk meminta penjelasan soal ini," kata Yudi.
Meski VA telah meminta maaf dan memberikan klarifikasi, proses hukum dan administratif kemungkinan akan tetap berjalan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan menyerahkan proses penyelesaian kepada pihak berwenang.
"Pemerintah daerah berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan adil demi menjaga keharmonisan sosial dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.". (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id
| Viral! Dua Gadis Tunarungu Lolos Kerja di Matahari, Ternyata Saudari Kembar, Banjir Dukungan |
|
|---|
| Viral Curi Uang Pedagang Nasi Uduk, Pria di Bekasi Dibekuk Polisi |
|
|---|
| DPR Turun Tangan, PHK Karyawan Mie Sedaap Resmi Disetop |
|
|---|
| Bayi 6 Bulan Meninggal, Keluarga Salahkan Puskesmas: Tabung Oksigen Kosong, Ambulans tak Ada |
|
|---|
| Anak jadi Korban Kekerasan Pacar sang Ibu saat Check In di Hotel |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.