Berita Viral
Tertipu Modus Loker Palsu, Remaja Ini Kehilangan Motor saat Wawancara Kerja
Salsabil Nurul Alqibi (18) menjadi korban penipuan bermodus lowongan kerja (loker) palsu yang berujung pada hilangnya sepeda motor matik miliknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-wawancara-kerja-diambil-dari-Freepik-Minggu-2552026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Salsabil (18), seorang remaja asal Pasuruan, menjadi korban penipuan lowongan kerja palsu jaringan ritel ternama yang ditemukannya melalui media sosial TikTok
- Saat menghadiri wawancara di sebuah kafe di Prigen, korban menyerahkan kunci dan STNK motor Honda PCX miliknya karena dalih pemasangan GPS inventaris
- Pelaku membawa kabur motor korban serta meninggalkan tagihan sewa ruangan kafe
TRIBUNGORONTALO.COM – Alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, seorang remaja asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, justru harus menelan pil pahit.
Melansir dari Kompas.com, Minggu (24/65/2026), Salsabil Nurul Alqibi (18) menjadi korban penipuan bermodus lowongan kerja (loker) palsu.
Niat warga Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo ini untuk mulai memasuki dunia kerja langsung kandas di tangan seorang perekrut gadungan.
Korban terpedaya setelah tergiur dengan informasi lowongan pekerjaan yang jamak beredar di platform media sosial TikTok.
Malapetaka ini bermula ketika Salsabil yang sedang aktif mencari kerja, berselancar di TikTok dan menemukan sebuah unggahan loker yang menarik perhatiannya.
Tanpa menaruh curiga, ia merespons unggahan tersebut hingga akhirnya dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai perwakilan resmi dari sebuah jaringan toko retail ternama.
Pelaku yang bertindak sangat profesional itu mengklaim dirinya sebagai mitra perekrutan untuk wilayah Gempol-Pandaan.
Guna meyakinkan korbannya, pelaku kemudian mengundang Salsabil untuk menghadiri sesi wawancara kerja langsung (tatap muka) pada Kamis (21/5/2026).
Namun, lokasi wawancara yang ditentukan terbilang tidak biasa untuk sebuah perusahaan besar, yakni di sebuah kafe di kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen.
Meski sempat heran, korban tetap datang memenuhi undangan demi bisa mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.
Sesampainya di lokasi, siasat licik pelaku semakin matang.
Untuk membuang jauh-jauh kecurigaan korban, pelaku bahkan sengaja menyewa ruang pertemuan (meeting room) privat di dalam kafe tersebut agar suasananya menyerupai kantor formal.
Petaka sesungguhnya terjadi di tengah-tengah jalannya sesi wawancara kerja palsu tersebut.
Dengan dalih prosedural perusahaan, pelaku meminta Salsabil menyerahkan kunci kontak beserta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Honda PCX miliknya.
Baca juga: Ironi Jembatan Gantung Pentadu Barat Gorontalo, 3 Anak Kecil Pernah Terjatuh
Korban Seperti Terhipnotis