Gorontalo Hari Ini
Warga Tak Lagi Was-was, Jembatan Rusak di Modelomo Gorontalo Akhirnya Diperbaiki
Jembatan di Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, akhirnya selesai diperbaiki, Sabtu (23/5/2026).
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-jembatan-di-Desa-Modelomo-Kecamatan-Tilamuta.jpg)
Ringkasan Berita:
- Jembatan di Desa Modelomo, Boalemo, Gorontalo, yang sempat terbengkalai selama empat tahun sejak rusak akibat banjir tahun 2022
- Sebelum diperbaiki, warga terpaksa melintasi sungai kecil di bawah jembatan saat cuaca cerah
- Meski fondasi jembatan kini sudah tampak kokoh dan dicat merah-putih, saat ini jembatan baru diizinkan untuk dilalui sepeda motor
TRIBUNGORONTALO.COM – Jembatan di Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, akhirnya selesai diperbaiki, Sabtu (23/5/2026).
Sebelumnya, warga kerap mengeluhkan kondisi jembatan tersebut di media sosial. Pasalnya, infrastruktur vital itu terbiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun tanpa ada perbaikan dari pemerintah daerah.
Titik terang muncul setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun tangan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan di Kabupaten Boalemo. Program ini memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.
Berkat program TMMD tersebut, jembatan yang sempat dikeluhkan kini telah diperbaiki dan mulai bisa digunakan kembali.
Seorang warga Desa Modelomo, Melki Saleh (16), membenarkan bahwa perbaikan jembatan tersebut diinisiasi oleh TNI. Ia menambahkan, warga Desa Modelomo juga turut bergotong-royong membantu proses pengecoran jembatan.
Melki mengaku sangat bersyukur atas selesainya perbaikan fasilitas penyeberangan ini.
"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya perbaikan jembatan ini," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (23/5/2026).
Warga Terpaksa Memutar Jauh saat Hujan
Menurut Melki, sebelum jembatan ini diperbaiki, warga Desa Modelomo terpaksa melintasi sungai kecil di bawah jembatan untuk menuju ke area seberang.
"Tapi itu tidak bisa dilakukan saat hujan. Kami khawatir airnya tiba-tiba naik dan bisa membahayakan keselamatan," tambahnya.
Ketika hujan turun, warga yang ingin menyeberang terpaksa mengambil rute memutar yang jaraknya lumayan jauh, yakni sekitar 1,85 kilometer atau memakan waktu perjalanan sekitar 8 menit.
Berdasarkan penuturan warga, jembatan tersebut mengalami kerusakan sejak empat tahun lalu, tepatnya pada 2022, dan baru bisa diperbaiki pada 2026 ini.
Jembatan tersebut awalnya rusak akibat luapan air sungai saat curah hujan tinggi. Arus sungai yang membawa material sampah, bambu, dan kayu menghantam fondasi jembatan hingga roboh secara bertahap.
"Waktu itu kejadiannya sore hari menjelang magrib, jembatan langsung roboh," kenang Melki.
Sebelum pengerjaan dimulai, personel TNI sempat beberapa kali melakukan pengecekan kondisi fisik jembatan hingga akhirnya diprioritaskan dalam program TMMD Boalemo.