Berita Kabupaten Boalemo
Ironi Jembatan Gantung Pentadu Barat Gorontalo, 3 Anak Kecil Pernah Terjatuh
Jembatan gantung di Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, kini dalam kondisi rusak parah
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-jembatan-di-Desa-Pentadu-Barat-Sabtu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Jembatan gantung sepanjang 30 meter di Desa Pentadu Barat, Boalemo, mengalami kerusakan parah selama lebih dari 3 tahun tanpa perbaikan dari pemerintah daerah
- Kerusakan lantai jembatan yang rapuh dan berlubang telah menyebabkan 3 anak kecil pernah terjatuh ke sungai,
- Jembatan ini merupakan jalur utama warga dan jalan tani yang sangat gelap di malam hari karena minim penerangan
TRIBUNGORONTALO.COM – Jembatan gantung di Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, kini dalam kondisi rusak.
Ironisnya, kerusakan fasilitas penyeberangan ini telah menyebabkan beberapa anak kecil terjatuh ke sungai.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (23/05/2026) sore menunjukkan jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 1,5 meter tersebut memiliki lantai yang rapuh dan berlubang.
Untuk menutupi lubang-lubang tersebut, lantai jembatan terpaksa ditambal menggunakan kayu bekas, batang kelapa, serta papan yang kondisinya mulai lapuk.
Salah seorang warga setempat, Midun Laguwa (62), membenarkan bahwa infrastruktur vital bagi warga ini sudah lama terabaikan.
"Sudah hampir 3 tahun lebih rusak dan belum pernah diperbaiki oleh pemerintah daerah," ujar Midun kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (23/05/2026).
Menurut Midun, terdapat sekitar 3 hingga 4 rumah di seberang sungai yang penghuninya sangat bergantung pada jembatan ini untuk beraktivitas sehari-hari. Karena kerusakan yang makin parah, sepeda motor kini tidak lagi bisa melintas.
"Sebelumnya motor bisa melintasi jembatan tersebut, namun karena kondisi jembatan sudah mulai rapuh akhirnya masyarakat memutuskan untuk tidak melintasi jembatan tersebut menggunakan motor," tutur Midun.
Midun menambahkan bahwa warga setempat sebenarnya sempat bergotong-royong memperbaiki lantai jembatan secara swadaya.
"Awalnya lantainya papan semua, namun karena sudah rapuh, masyarakat sudah menggantinya dengan kayu dan batang kelapa, dan saat ini papannya sudah hampir rapuh semua," jelasnya.
Sudah Tiga Anak Menjadi Korban
Baca juga: Warga Tak Lagi Was-was, Jembatan Rusak di Modelomo Gorontalo Akhirnya Diperbaiki
Dampak dari rusaknya jembatan ini dibeberkan oleh warga lainnya, Teni Tamau (48). Ia menceritakan peristiwa menegangkan yang terjadi baru-baru ini saat seorang balita terperosok.
"Minggu Lalu ada anak kecil yang berusia hampir 5 tahun terjatuh di jembatan, tapi alhamdulillah ada yang cepat menyelematkannya," ungkap Teni.
Teni mengungkapkan, kejadian anak terjatuh di jembatan gantung akibat papan lapuk ini bukan yang pertama kalinya terjadi.
"Sekitar 3 orang anak yang pernah terjatuh di jembatan tersebut, ada yang berusia hampir 5 tahun, dan ada juga yang berusia 6 tahun," bebernya.