UTBK 2026
Dua Peserta Luar Daerah Diduga Gunakan Perangkat Modifikasi Saat UTBK
Pengawasan ketat dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) membuahkan temuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakil-Rektor-Bidang-Akademik-UNG-memantau-langsung-ujian-peserta-UTBK-SNBT-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua peserta perempuan UTBK SNBT 2026 di Unsulbar terindikasi melakukan pelanggaran saat pemeriksaan awal
- Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan perangkat komunikasi tersembunyi
- Kedua peserta yang berasal dari luar Sulawesi Barat itu kemudian dihentikan dari pelaksanaan ujian
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pengawasan ketat dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) membuahkan temuan.
Ada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh dua peserta perempuan pada hari pertama ujian, Selasa (21/4/2026) pagi.
Proses seleksi masuk ruang ujian yang diawali dengan pemeriksaan menggunakan metal detector menjadi titik awal terungkapnya dugaan kecurangan tersebut.
Dari hasil skrining awal, petugas menemukan adanya benda yang tidak sesuai dengan ketentuan pelaksanaan ujian pada tubuh dua peserta yang berasal dari luar wilayah Sulawesi Barat itu.
Temuan tersebut kemudian mendorong petugas untuk melakukan pemeriksaan lanjutan secara lebih menyeluruh.
Dari hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah perangkat yang diduga digunakan untuk mendukung komunikasi secara tersembunyi selama ujian berlangsung.
Bahkan ada alat bantu dengar dan perangkat telepon genggam yang disembunyikan di balik pakaian.
Pihak kampus menyebutkan bahwa perangkat yang ditemukan tidak langsung terlihat mencurigakan pada pandangan awal.
Namun setelah ditelusuri, alat tersebut diduga telah dimodifikasi sehingga dapat berfungsi sebagai alat penerima informasi dari pihak luar.
Plt Wakil Rektor I Unsulbar, Tasrif Surungan, membenarkan adanya temuan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kedua peserta tersebut bukan berasal dari Sulawesi Barat.
“Keduanya perempuan, dia bermukim di wilayah di luar Sulbar, datang ke Sulbar,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Menurut penjelasan pihak kampus, salah satu perangkat yang ditemukan tampak seperti ponsel model lama.
Namun alat tersebut diduga telah diubah sistemnya sehingga berfungsi sebagai semacam decoder yang terhubung dengan perangkat di telinga melalui headset kecil.