Kamis, 23 April 2026

Berita Viral

Nekat Pakai Joki UTBK, Calon Mahasiswa Incar Kedokteran Kini Terancam Sanksi Berat

Kecurangan SNBT kembali terungkap! Peserta nekat pakai joki demi lolos kedokteran, pemerintah siapkan sanksi tegas hingga blacklist seumur hidup.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Nekat Pakai Joki UTBK, Calon Mahasiswa Incar Kedokteran Kini Terancam Sanksi Berat
TribunGorontalo.com
BERITA VIRAL - Ilustrasi: Potret ruang belajar di SMK Bangun Insani - Kecurangan SNBT kembali terungkap! Peserta nekat pakai joki demi lolos kedokteran, pemerintah siapkan sanksi tegas hingga blacklist seumur hidup. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus joki UTBK terdeteksi di Jawa Timur, targetkan jurusan kedokteran.
  • Pemerintah ancam sanksi berat: diskualifikasi hingga blacklist PTN seumur hidup.
  • Pelaku joki berinisial H, kasus kini ditangani Polrestabes Surabaya.
 

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Praktik curang dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, terungkap adanya peserta yang nekat menggunakan jasa joki untuk mengerjakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), demi meloloskan diri ke perguruan tinggi negeri impian.

Kasus tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, saat melakukan pemantauan pelaksanaan ujian di Universitas Negeri Surabaya pada Rabu (22/4/2026).

Dari hasil temuan awal, diketahui bahwa peserta yang menyewa joki tersebut menargetkan program studi bergengsi, yakni Fakultas Kedokteran di salah satu kampus negeri di wilayah Jawa Timur.

“Iya, kedokteran (jurusan yang diincar peserta penyewa joki), kedokteran salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur,” ungkap Atip kepada awak media.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Hal 154: Waqaf Al-Baqarah & Al-Qasas

Meski kasus ini sudah teridentifikasi, pemerintah belum membuka identitas lengkap pihak yang terlibat. Hal ini dikarenakan proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum masih berlangsung.

“Nanti kita akan memberikan respons setelah selesai penyelidikan. Kita masih menunggu lagi penyelidikan,” ucapnya.

Baca juga: Sosok Moh Ardiansyah, Pemuda Parimo Lulus S2 di Gorontalo: Biayai Kuliah dengan Usaha Kopi

Atip menekankan bahwa segala bentuk kecurangan dalam proses seleksi pendidikan tidak akan ditoleransi. Ia memastikan bahwa sanksi berat telah disiapkan bagi pelaku, mulai dari pembatalan kelulusan hingga larangan mengikuti seleksi di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia secara permanen.

“Karena ini sangat mencederai dari tujuan pendidikan kita yang mengedepankan integritas dan kejujuran. Jadi, boleh saja kita melakukan kekeliruan di dalam proses-proses keilmuan, tapi tidak boleh tidak jujur,” tegasnya.

Menurutnya, pemberian sanksi tegas ini penting sebagai langkah preventif agar tidak ada lagi peserta yang mencoba melakukan pelanggaran serupa di masa mendatang.

“Ya, sekarang enggak ada ditemukan dan setelah dia diterima itu, ditemukan bukti-bukti itu, maka menurut saya itu harus dikeluarkan,” tandasnya.

Sejauh ini, baru satu kasus penggunaan joki yang berhasil terdeteksi di Jawa Timur. Namun demikian, pemerintah memastikan akan tetap konsisten menindak setiap pelanggaran yang ditemukan.

“Tapi kalau ditemukan kasus yang sama, maka sanksi dan tindakannya seperti yang saya sampaikan tadi, harus tegas,” ujarnya.

Baca juga: Kondisi Terkini 3 Korban Longsor Galian C di Buliide Gorontalo, Satu Warga Dilarikan ke RS

Di sisi lain, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Negeri Surabaya, Martadi, membenarkan bahwa peserta tersebut memang mendaftar ke program studi kedokteran.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved