Berita Viral
Terbongkar! Peran 16 Mahasiswa FH UI dalam Grup Chat Mesum Viral
Kasus grup chat mesum FH UI menyeret 16 mahasiswa. Sidang terbuka bongkar peran pelaku, dari penyebar chat hingga dugaan pelecehan ke dosen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ketua-BEM-FH-UI-tegaskan-pengunggah-bukti-pelecehan-di-X.jpg)
Fakta tersebut baru diakui setelah ia didesak langsung oleh korban dalam forum terbuka.
Nama Keona Ezra Pangestu sempat menjadi perhatian karena awalnya membantah keterlibatan.
Ia bahkan dikabarkan mengirim ancaman melalui pesan pribadi agar namanya tidak dikaitkan.
Namun, hasil investigasi menunjukkan ia turut melakukan pelecehan verbal terhadap sejumlah dosen.
Salah satu dosen yang menjadi korban hadir dalam sidang dan mengaku terkejut mengetahui namanya masuk dalam percakapan tersebut.
Baca juga: Buntut Kasus FH UI: 16 Mahasiswa Disidang Terbuka, Berujung Ricuh, Tuntutan DO Menggema
Fakta Mengejutkan dan Dampak Emosional Korban
Salah satu fakta yang paling menyita perhatian publik adalah dugaan tindakan Danu Priambodo, yang disebut melakukan pelecehan terhadap anggota keluarganya sendiri di dalam grup.
Isu ini semakin ramai setelah beredar video seorang perempuan yang diduga kakaknya mencopot foto-foto para terduga pelaku di lingkungan kampus.
Selain itu, Muhammad Kevin Ardiansyah juga ikut terseret. Keterlibatannya dinilai ironis karena ia menjabat sebagai Ketua Angkatan FH UI 2023 dan Ketua PMB FH UI 2026.
Ia dikenal sebagai sosok yang kerap menjadi tempat curhat terkait isu pelecehan, sehingga memicu kekecewaan mendalam.
Kasus lain yang tak kalah menyita perhatian adalah dugaan pelecehan oleh Muhammad Nasywan terhadap pacarnya sendiri, yang kini telah menjadi mantan.
Perempuan tersebut hadir memberikan kesaksian langsung di forum terbuka.
Setelah menyampaikan pengalamannya, ia dilaporkan pingsan di lokasi. Momen tersebut membuat suasana sidang menjadi emosional.
Nasywan pun terlihat menangis saat menyampaikan permohonan maaf kepada para korban.
Selain nama-nama tersebut, terdapat enam mahasiswa lain yang juga diduga terlibat, yakni Anargya Hay Fausta Gitaya, Nadhil Zahran, Simon Patrich Bungaran Pangaribuan, Mohammad Deyca Putratama, Muhammad Ahsan Raikel Pharrel, dan Rifat Bayuadji Susilo.
Kasus ini memicu diskusi luas di masyarakat, khususnya terkait budaya komunikasi di lingkungan kampus, etika pergaulan, serta pentingnya penanganan tegas terhadap segala bentuk pelecehan, baik secara verbal maupun non-verbal. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com