Universitas Negeri Gorontalo
Sosok Adrian Oyintu, Petugas Kebersihan Universitas Negeri Gorontalo
Sejak pukul 06.00 Wita, saat aktivitas akademik belum dimulai, pria Dulalowo Timur ini sudah bersiap di Kampus 1 dengan seragam kebanggaannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Adrian-Oyintu-Cleaning-Service-Universitas-Negeri-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Adrian Oyintu telah menjadi petugas kebersihan halaman di Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sejak Januari 2023
- Perjuangan dan Motivasi Keluarga: Sebagai tulang punggung keluarga dengan latar belakang pendidikan SMP, Adrian berhasil membiayai sekolah ketiga anaknya melalui pekerjaan ini
- Adrian merasa betah bekerja karena lingkungan kampus yang suportif dan menghargai profesinya
(Penulis: Putri Salsabilah, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG)
TRIBUNGORONTALO.COM – Adrian Oyintu adalah sosok di balik asrinya lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Sejak pukul 06.00 Wita, saat aktivitas akademik belum dimulai, pria asal Dulalowo Timur ini sudah bersiap di Kampus 1 dengan seragam kebanggaannya.
Sebagai petugas kebersihan, Adrian memulai rutinitas harian menyisir jalur utama kampus untuk memastikan setiap helai daun kering tak lagi berserakan.
Adrian telah menjalani profesi sebagai petugas kebersihan (cleaning service) khusus area halaman Kampus 1 UNG sejak Januari 2023.
Informasi pekerjaan ini awalnya ia dapatkan dari seorang rekan. Mengingat lokasi rumahnya di Kelurahan Dulalowo Timur cukup terjangkau, Adrian memilih untuk berjalan kaki setiap hari menuju kampus demi menunaikan tugasnya.
Dedikasi Adrian tercermin dalam disiplin kerja dua sif yang dijalaninya. Sif pagi dimulai pukul 06.00 hingga 11.00 WITA untuk pembersihan total seluruh area.
Setelah jeda istirahat, ia kembali bertugas mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WITA. Jadwal ini berlaku rutin dari Senin hingga Sabtu.
Meski memiliki jam kerja tetap, Adrian tetap fleksibel mengikuti agenda universitas. Jika terdapat kegiatan resmi kampus pada hari libur nasional, ia dan rekan-rekannya tetap sigap memastikan kebersihan area selama acara berlangsung.
Tantangan fisik utama dalam pekerjaan ini adalah kondisi cuaca yang tak menentu. Saat musim kemarau atau panas ekstrem, volume daun yang gugur meningkat drastis.
Sebaliknya, pada musim hujan, dedaunan yang basah menjadi lebih berat dan sulit disapu. Kondisi ini mengharuskan Adrian mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyapu rute panjang di halaman Kampus 1 secara berulang-ulang agar area tersebut benar-benar bersih saat jam kerja berakhir.
Sebagai lulusan SMP, Adrian kini menjadi tulang punggung bagi istri dan ketiga anaknya. Melalui penghasilannya yang dilengkapi jaminan BPJS Ketenagakerjaan serta Tunjangan Hari Raya (THR), ia mampu mencukupi kebutuhan sekolah buah hatinya.
Saat ini, anak pertamanya sudah berhasil menyelesaikan pendidikan tingkat menengah, sementara dua anak lainnya masih aktif menempuh pendidikan.
"Alhamdulillah, dari gaji ini saya bisa menyekolahkan anak-anak saya walaupun saya sendiri hanya tamatan SMP," ujar Adrian saat ditemui di sela waktu istirahatnya.
Baca juga: Sosok Brigpol Nurhaliza: Dulu Penjual Daster, Kini Penyidik Reskrim Gorontalo