Khazanah Islam
Belum Sempat Puasa Ramadan? Begini Cara Mengqadha dan Bayar Fidyah
Belum sempat puasa Ramadhan? Simak niat puasa qadha, cara mengganti utang puasa, dan ketentuan fidyah sesuai Al-Quran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-keluarga-menyantap-kurma-Simak-sunah-sunah-Rasul-tentang-berbuka-puasa.jpg)
Fidyah adalah memberikan makanan kepada orang miskin senilai biaya makan dan minum untuk setiap hari puasa yang tidak ditunaikan.
Kewajiban fidyah ini juga berlaku bagi mereka yang memang tidak mampu menjalankan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit atau kondisi yang menghalangi.
Adapun kewajiban puasa qadha hingga membayar fidyah tertuang dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 184:
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah ayat 184).
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com