Khazanah Islam
Panduan Lengkap Qadha Puasa Ramadan: Hukum, Batas Waktu, Niat, dan Doa
Utang puasa Ramadan wajib diganti. Simak batas waktu qadha, bacaan niat, doa buka puasa, serta mana yang harus didahulukan dengan puasa Syawal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Buka-Puasa-Apa-artinya-ternyata-hari-ini-anda-mimpi-puasa.jpg)
Berikut adalah bacaan niat puasa qadha yang dianjurkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ)
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT."
Doa Buka Puasa
Terdapat dua pilihan doa buka puasa yang dapat dilafalkan:
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu, wa tsabatal ajru, insyaallah.
Mana yang Didahulukan: Qadha Ramadan atau Puasa Syawal?
Puasa enam hari di bulan Syawal dikenal sebagai amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar.
Dalam sejumlah riwayat, pahalanya disebut setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh bagi yang melaksanakannya setelah Ramadan.
Meski begitu, muncul pertanyaan penting: apakah boleh langsung menjalankan puasa Syawal jika masih memiliki utang puasa Ramadan?
Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Agama, terdapat perbedaan kondisi yang perlu diperhatikan.
Bagi mereka yang meninggalkan puasa karena alasan yang dibenarkan secara syariat, seperti sakit atau haid, diperbolehkan untuk terlebih dahulu melaksanakan puasa Syawal, kemudian mengganti puasa yang tertinggal di waktu lain.
Namun, berbeda halnya dengan orang yang sengaja tidak berpuasa tanpa alasan yang sah.
Dalam kondisi ini, ia tidak diperkenankan menjalankan puasa Syawal sebelum menunaikan qadha puasa Ramadan.
Kewajiban tetap harus diprioritaskan sebelum amalan sunnah.
Meski ada kelonggaran dalam kondisi tertentu, para ulama tetap menganjurkan agar utang puasa segera dibayar, terutama di bulan Syawal.