Berita MBG Viral
Ngaku Dadpat Rp 6 Juta per Hari dari Dapur MBG, Hendrik Irawan Ngaku Belum Balik Modal
Angka Rp6 juta per hari yang sempat viral di media sosial ternyata bukan cerita utuh dari usaha yang dijalankan Hendrik Irawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/VIRAL-DI-MEDSOS-Inilah-akun-medsos-Hendrik-Irawan-yang-viral-ngaku.jpg)
Ringkasan Berita:
- Angka besar yang viral ternyata menyimpan cerita lain di baliknya.
- Perdebatan publik muncul dari perbedaan persepsi terhadap informasi yang beredar.
- Di tengah sorotan, muncul upaya untuk meluruskan narasi yang berkembang.
TRIBUNGORONTALO.COM — Angka Rp6 juta per hari yang sempat viral di media sosial ternyata bukan cerita utuh dari usaha yang dijalankan Hendrik Irawan.
Di tengah sorotan publik, pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cimahi itu justru mengungkap kondisi berbeda.
Ia menyebut, meski menerima insentif jutaan rupiah setiap hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), usahanya belum mencapai titik balik modal.
Menurutnya, pembangunan dapur yang kini digunakan untuk program tersebut menelan biaya besar karena seluruhnya dibiayai secara pribadi.
"Saya buatnya (dapur SPPG) sampai Rp3,5 miliar, jadi dari bapak presiden menghargai, akhirnya dibangunlah SPPG yang awalnya modal saya," ungkap Hendrik melalui akun TikTok miliknya.
Baca juga: Bupati Gorontalo Utara Sambut Rencana Ekspor Kerang Dara ke Pasar Internasional
Ia juga menegaskan bahwa seluruh fasilitas dapur yang digunakan berasal dari inisiatif dan modal sendiri.
"Ini kitchen-kitchen aku bikin semua sendiri."
Klarifikasi Soal Rp6 Juta per Hari
Angka Rp6 juta per hari yang ramai diperbincangkan sebelumnya disebut Hendrik bukan pendapatan pribadi.
Ia menjelaskan bahwa nominal tersebut merupakan insentif yang diterima seluruh mitra dalam program MBG, bukan hanya dirinya.
"Yang menerima Rp6 juta tuh bukan saya, semua mitra yang bergabung dengan program semua menerima Rp6 juta, itu untuk insentif bangunan yang kami buat," pungkas Hendrik.
Meski demikian, ia mengakui bahwa nilai insentif tersebut belum mampu menutup biaya investasi yang telah dikeluarkannya.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk diaudit terkait pengelolaan dana tersebut.
"Semuah sppg ya audit ya karena semuah sppg menerima Kaka heheh, itu uang instip pengen akun gedung yang kami bikin dengan modal sendri dan yg sayah bikin 3.5 m Kaka dan blom balik modal, sayah siap diaudit dan mempertangung jawabkan apa yg selama ini," tulis Hendrik.
Santai Hadapi Hujatan Netizen
Di tengah kritik dan komentar negatif yang bermunculan, Hendrik mengaku tidak terlalu mempersoalkan reaksi publik.
Ia memilih tetap menjalankan aktivitasnya dan bahkan terus membagikan kondisi dapur SPPG miliknya di media sosial.
"Netizen lagi amarah, lagi emosi, Pak Hendrik mah santai saja, saya mah sudah terbiasa dihujat," akui Hendrik.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Sebelumnya, viralnya konten terkait penghasilannya memicu berbagai reaksi hingga berujung perundungan di media sosial.
Hendrik menyebut ada pihak yang mengunggah ulang kontennya tanpa izin dan memicu narasi negatif.
Ia pun berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan akun-akun tersebut ke pihak kepolisian.
" Ada dua akun yang saya laporkan. Ke satu, akun yang meng-up tanpa seizin saya, dan itu sudah masuk ke ranah hukum. Kedua, ada Instagram yang membabi buta, mencaci maki saya tanpa dasarnya ada bukti, itulah delik aduannya," kata Hendrik.
Ia juga menyinggung narasi yang beredar yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.
" Tanggal 26 saya akan resmi melaporkan, pertama yang meng-up tentang video saya yang saya mendapat insentif SPPG Rp6 juta, lalu salah saya di mana? dari jurnis BGN itu sudah dituangkan, bahwa mitra berhak menerima insentif Rp6 juta perhari. Si orang ini membuat narasi tidak baik, bahwa saya joget-joget menerima uang Rp6 juta," sambungnya.
(*)
Hendrik Irawan
Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis
insentif MBG
dapur MBG
Berita MBG Viral
| Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 Maret 2026 di Gorontalo: Pertamax dan Pertalite Berapa? |
|
|---|
| Update Harga Emas 26 Maret 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Turun ke Rp2 Jutaan |
|
|---|
| Usai Kecelakaan Maut, Camat Bonepantai Soroti Bahaya Jembatan Bilolantunga Gorontalo |
|
|---|
| Cara Daftar Bintara Polri 2026, Rekrutmen Terbuka hingga 30 Maret |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG Kamis, 26 Maret 2026: Gorontalo Berawan hingga Potensi Hujan Ringan Siang-Sore |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.