Bansos 2026
Pemerintah Pastikan Program Bansos dan MBG Tidak Kena Efisiensi Anggaran
Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah tegas dalam menjaga stabilitas domestik di tengah fluktuasi ekonomi global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Guru-PIC-MBG.jpg)
Bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tetap berjalan sesuai jadwal. Begitu juga dengan bansos kebencanaan dan program atensi yang bersifat mendesak.
Menurut Gus Ipul, kepentingan masyarakat adalah prioritas tertinggi yang diamanatkan oleh konstitusi. Efisiensi justru dilakukan agar anggaran yang ada bisa dialokasikan secara lebih tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.
Kemensos menargetkan perhitungan detail mengenai besaran anggaran yang berhasil dihemat akan rampung dalam waktu dekat. Diperkirakan pada bulan depan, data konkret mengenai efisiensi tersebut sudah bisa dipaparkan ke publik.
Sebagai perbandingan, pada tahun anggaran sebelumnya, Kemensos berhasil menghemat sekitar Rp 1 miliar hanya dari pengurangan konsumsi listrik. Angka ini diharapkan bisa jauh lebih besar dengan adanya komitmen efisiensi di berbagai komponen belanja lainnya.
Selain Bansos, perhatian publik juga tertuju pada program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Presiden menepis usulan yang menyarankan agar MBG dihentikan setiap kali negara menghadapi krisis ekonomi. Baginya, pemenuhan gizi anak-anak Indonesia adalah hal yang bersifat strategis dan tidak bisa ditunda.
Program MBG bahkan mendapat perhatian positif dari lembaga internasional seperti Rockefeller Institute. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan pemenuhan gizi memiliki korelasi kuat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia atau human capital.
Dalam sebuah dialog di Hambalang, Presiden mengungkapkan bahwa masih banyak celah penghematan lain yang bisa dilakukan pemerintah. Penghematan tersebut jauh lebih efektif ketimbang harus memotong anggaran makan rakyat.
Presiden menekankan bahwa penghematan yang nyata bisa dilakukan dengan menutup kebocoran-kebocoran anggaran. Salah satunya adalah melalui pemberantasan korupsi yang selama ini menggerogoti keuangan negara.
Baca juga: WFA Solusi Hemat BBM? Akademisi Gorontalo Soroti Efek Domino di Sektor Informal
Investasi SDM dan Keberlanjutan Program Makan Bergizi
"Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang negara dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan dengan layak," tegas Presiden Prabowo dengan penuh optimisme.
Kepala Negara merasa miris melihat kondisi anak-anak di pedesaan yang mengalami stunting. Ia menceritakan pengalamannya melihat anak berusia 11 tahun namun memiliki perawakan seperti anak usia 4 tahun akibat kekurangan gizi.
Oleh sebab itu, ia mempertaruhkan kepemimpinannya untuk menyukseskan program MBG hingga tahun 2029 mendatang. Baginya, ini adalah jalan yang benar untuk memperbaiki kualitas hidup generasi mendatang secara merata.
Pemerintah juga menyadari bahwa pelaksanaan program sebesar MBG pasti memiliki tantangan dan kekurangan di lapangan. Namun, evaluasi terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperbaiki sistem distribusi dan kualitas makanan.
Sebagai bentuk ketegasan, Presiden menyebut telah menutup lebih dari 1.000 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang bermasalah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak main-main dalam mengawasi jalannya program ini.
Masyarakat di luar Pulau Jawa disebut menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan manfaat dari MBG. Bahkan, ada laporan mengenai anak-anak yang membungkus makanan tersebut untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.