Selasa, 24 Maret 2026

Puasa Syawal 2026

Simak Batas Akhir Puasa Syawal 2026 dan Hukum Menggabung dengan Senin-Kamis

Sampai kapan pelaksanaan puasa Syawal 1447 Hijriah/2026 berlangsung? Lalu, apakah harus dilakukan secara berurutan? Simak selengkapnya!

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Simak Batas Akhir Puasa Syawal 2026 dan Hukum Menggabung dengan Senin-Kamis
iStockPhoto
PUASA SYAWAL 1447 H - Ilustrasi berpuasa - Catat! Batas Akhir Puasa Syawal 2026 dan Hukum Menggabung dengan Senin-Kami 

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sampai kapan pelaksanaan puasa Syawal 1447 Hijriah/2026 berlangsung? Lalu, apakah harus dilakukan secara berurutan?

Saat ini, umat Muslim telah memasuki bulan Syawal 1447 Hijriah.

Pada bulan ini, terdapat anjuran untuk menunaikan puasa sunnah Syawal.

Puasa sunnah tersebut dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal.

Pelaksanaannya bisa dilakukan secara berturut-turut maupun tidak, sesuai kemampuan.

Keutamaan puasa Syawal dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Ayyub Al Anshori yang mendengar sabda Nabi Muhammad SAW:

Baca juga: Niat Puasa Syawal 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Amalan Sunnah Berpahala Setahun

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR Muslim).

Hadis tersebut menjadi dasar utama pelaksanaan puasa Syawal selama enam hari. Riwayat dari Abu Ayyub Al Anshori menegaskan anjuran tersebut bagi umat Islam.

Sementara itu, Kemenag RI mengutip penjelasan Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, bahwa puasa Syawal dimulai sejak tanggal 2 Syawal.

Hal ini sejalan dengan hadits yang menyebutkan bahwa puasa sunnah Syawal dianjurkan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pada tahun ini, Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026 atau 1 Syawal 1447 H. Dengan demikian, puasa Syawal dimulai pada 2 Syawal 1447 H.

Jika dikonversikan ke kalender Masehi, tanggal tersebut bertepatan dengan Minggu, 22 Maret 2026 sebagai awal puasa Syawal.

Pelaksanaan yang paling utama adalah dilakukan secara berurutan selama enam hari, yaitu mulai 2 hingga 7 Syawal.

Baca juga: Bupati Gorut Thariq Modanggu Hadiri Sidang Adat Tonggeyamo, Tradisi Penentuan Idulfitri 1 Syawal

Namun demikian, Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj menjelaskan bahwa puasa Syawal tidak wajib dilakukan berturut-turut.

Umat Muslim dapat memilih enam hari mana saja selama masih berada di bulan Syawal, sebagaimana dikutip dari baznas.go.id.

Karena itu, puasa Syawal bisa dilakukan, misalnya, bertepatan dengan puasa Senin dan Kamis, atau dengan melewati tanggal 13, 14, dan 15, selama masih dalam rentang bulan Syawal.

Bahkan, jika seseorang berniat menjalankan puasa Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidl (13, 14, 15 setiap bulan hijriah), ia tetap memperoleh keutamaan puasa Syawal.

Hal ini karena yang menjadi tujuan utama adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri, terlepas dari niat tambahan yang menyertainya.

Puasa sunnah ini dapat dilaksanakan hingga akhir bulan Syawal, yakni sampai 29 Syawal 1447 H yang bertepatan dengan Sabtu, 18 April 2026.

Lalu, apakah puasa Syawal bisa digabung dengan puasa Senin-Kamis?

Terkait puasa Senin dan Kamis, dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa ibadah ini merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan beliau melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.

Dari Aisyah RA, ia mengatakan:

"Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad)

Lantas dalam  pelaksanaannya,  puasa enam hari bulan Syawal bisa bertepatan dengan hari Senin dan hari Kamis, mengutip kemenag.go.id.

Dalam keadaan demikian, apakah boleh berniat puasa Syawal sekaligus berniat puasa hari Senin atau hari Kamis?

Menurut para Ulama, menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa hari Senin atau hari Kamis hukumnya adalah boleh dan sah.

Ini disebabkan karena puasa Syawal dan puasa hari Senin atau hari Kamis memiliki kesamaan dalam jenis dan bentuk ibadahnya, yaitu keduanya sama-sama berupa ibadah puasa sunnah. 

Sehingga keduanya boleh digabung dan dilakukan secara bersamaan.

Syaikh Abu Bakar Syatha dalam Kitab I'anatut Thalibin mengatakan, seseorang yang berniat menggabungkan dua puasa sunnah, maka dia mendapatkan keduanya. Ia mengibaratkan hal ini seperti bersedekah kepada keluarga yang niat sedekah dan silaturahmi.

"Ketahuilah terkadang ditemukan dua sebab dalam puasa, seperti puasa Arafah atau Asyura bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, atau hari Senin atau Kamis bertepatan dengan puasa enam hari Syawal. Dalam keadaan ini, sangat dianjurkan berpuasa untuk menjaga dua sebab tersebut. Jika seseorang berniat melakukan keduanya, maka dia mendapatkan keduanya" jelasnya.

Niat Puasa

Berikut bacaan niat puasa sunah Syawal dan puasa sunah Senin Kamis atau menggabungkan keduanya. 

Untuk membaca niatnya, adalah dengan membaca niat puasa Syawal sekaligus Senin Kamis secara bergantian. 

Niat Puasa Syawal

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻋَﻦْ ِﺳﺘَﺔٍ ِﻣﻦْ ﺷَﻮَﺍﻝٍ ﺳُﻨَﺔً ِﻟﻠَﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻲ

Nawaitu Shauma Ghadin ‘Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat berpuasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala. Saya niat puasa hari Senin, sunah karena Allah ta'ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Taala."

Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Taala."

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sampai Kapan Puasa Syawal 1447 Hijriah Tahun 2026? Haruskah Berurutan? Simak Niat dan Ketentuannya

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved