Berita Nasional
Sudah 1.030 Dapur MBG Resmi Ditutup Pemerintah, Kini Mulai Diperketat
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sebanyak 1.030 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-Potret-SPPG-Limba-U-Satu-Kota-Selatan-Kota-Gorontalo-Senin-1632026.jpg)
Dua dapur tersebut yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Limba U, Kota Gorontalo, dan Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Penutupan ini tidak lepas dari temuan makanan tidak layak konsumsi, mulai dari roti diduga berjamur hingga kue yang memicu dugaan keracunan.
Kasus pertama mencuat di SDN 27 Kota Selatan, Kota Gorontalo, setelah beredarnya foto roti yang diduga berjamur dan dibagikan kepada siswa. Temuan itu langsung menuai perhatian publik.
Dikonfirmasi TribunGorontalo.com pada Senin 16 Maret 2026, pihak SPPG Limba U Satu mengakui melakukan pengecekan.
Pihaknya pun menemukan sekitar 50 roti tidak layak konsumsi dari total produksi ribuan roti yang dipasok oleh pelaku UMKM lokal.
Roti tersebut segera ditarik dan diganti sebelum sempat dikonsumsi oleh para siswa.
Dari hasil evaluasi, kondisi roti diduga dipengaruhi proses produksi dalam jumlah besar.
Terutama karena roti ditumpuk dalam satu wadah sehingga memicu munculnya jamur.
Tak berselang lama, kasus lebih serius terjadi di Desa Tuladenggi.
Seorang balita dilaporkan mengalami muntah sesaat setelah mengonsumsi kue sus yang dibagikan dalam program MBG.
Kue sus atau di Gorontalo disebut "Susen", adalah kue berbentuk bundar dengan rongga berisi vla, kustar, atau daging.
Kue sus dengan isi vla atau kustar disajikan setelah didinginkan di lemari es, karena vla atau kustar yang berbahan baku susu mudah menjadi basi.
Kue tersebut diduga tidak lagi layak konsumsi. Selain memiliki kandungan fla yang mudah basi, kue itu juga diperkirakan telah diproduksi beberapa hari sebelum didistribusikan.
Ironisnya, kue tersebut diketahui dipesan dari luar tanpa koordinasi menyeluruh dengan mitra maupun pengelola lainnya.
Padahal sebelumnya, jenis makanan serupa sempat ditolak karena dinilai tidak tahan lama.
Menindaklanjuti kejadian itu, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Gorontalo langsung mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional SPPG di Tuladenggi untuk dilakukan evaluasi. (*)