Kecelakaan Maut Minsel
ALASAN Adik Korban Kecelakaan di Minsel Bakal Polisikan Seorang Sopir PO Gorontalo
Rencana keluarga korban kecelakaan maut di Minahasa Selatan untuk menempuh jalur hukum mulai menguat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOLASE-Mobil-rusak-dan-Reza-Mustaki-adik-kedua-korban-meninggal-dalama.jpg)
Ringkasan Berita:
- Keluarga korban kecelakaan maut di Minahasa Selatan berencana melaporkan seorang sopir PO asal Gorontalo.
- Langkah ini diambil karena diduga ada kelalaian sopir yang mengemudi secara ugal-ugalan meski sempat diperingatkan penumpang.
- Pihak keluarga menegaskan upaya hukum dilakukan demi mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Rencana keluarga korban kecelakaan maut di Minahasa Selatan untuk menempuh jalur hukum mulai menguat.
Adik bungsu korban, Reza Mustaki, mengungkap alasan utama di balik langkah tersebut.
Menurut Reza, keputusan untuk melaporkan seorang sopir PO asal Gorontalo dilatarbelakangi dugaan kelalaian saat berkendara yang berujung hilangnya nyawa kakak-kakaknya, Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Mustaki.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan penumpang yang selamat, situasi di dalam kendaraan sempat berubah tegang.
Sopir disebut mengemudi secara agresif dan terlibat aksi saling salip dengan kendaraan lain di jalur Trans Sulawesi.
Padahal, kata Reza, penumpang sudah sempat mengingatkan agar sopir menurunkan kecepatan.
Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan hingga akhirnya terjadi kecelakaan fatal.
“Kami tidak ingin ini terulang ke orang lain. Ini yang jadi alasan kami mempertimbangkan langkah hukum,” ujarnya.
Bagi keluarga, kejadian ini bukan sekadar musibah, tetapi juga menjadi peringatan keras soal pentingnya keselamatan penumpang yang kerap diabaikan.
Meski begitu, Reza menyebut pihak keluarga masih fokus pada proses duka dan pemakaman. Pembahasan lebih lanjut terkait pelaporan akan dilakukan setelah kondisi keluarga lebih siap.
Ia menegaskan, langkah hukum yang akan ditempuh nantinya bukan untuk mencari sensasi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral agar ada efek jera.
“Kami hanya ingin ada kejelasan dan keadilan. Jangan sampai nyawa jadi taruhan di jalan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang terjadi di wilayah Minahasa Selatan tersebut.
Tanggapan Manajemen PO
Pihak Manajemen PO Garuda Gorontalo memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan maut yang menewaskan kakak beradik dalam perjalanan menuju Manado.
Penanggung jawab PO Garuda di Gorontalo, Geovano Felix, menjelaskan informasi awal yang dihimpun dari pihak kepolisian serta saksi di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan tersebut, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga menabrak pohon di pinggir jalan.
Geovano menyebutkan bahwa Ismail Zees selaku pengemudi mobil saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
“Kondisi supir tadi jam 04.00 Wita baru selesai operasi di RS Kandouw,” ujarnya saat ditemui TribunGorontalo.com, Minggu (15/3/2026).
Kondisi Pengemudi
Pengemudi tersebut mengalami cedera berat pada bagian kaki serta patah tulang di area dada hingga bahu.
Geovano menjelaskan bahwa luka-luka tersebut terjadi akibat benturan keras saat kendaraan menghantam objek di pinggir jalan.
Mengenai kronologi keberangkatan, rombongan tersebut bertolak dari Gorontalo pada Jumat malam. Waktu keberangkatan dipilih setelah para penumpang dan sopir melaksanakan salat tarawih.
“Ia berangkat dari Gorontalo pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 Wita setelah salat tarawih,” ungkap Geovano.
Kecelakaan itu sendiri dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.30 Wita. Sebelum insiden terjadi, sopir sempat beristirahat di sebuah rumah makan di wilayah Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Geovano menegaskan bahwa beristirahat merupakan prosedur standar bagi angkutan penumpang jarak jauh.
“Semua kita pemberangkatan malam singgah di rumah makan,” tambahnya.
Dalam perjalanan tersebut, PO Garuda tidak menyertakan sopir cadangan. Geovano mengakui bahwa kebijakan satu sopir merupakan hal yang umum untuk rute tersebut.
Meski demikian, ia menjamin bahwa pengemudi yang bertugas adalah personel berpengalaman yang telah bekerja sejak PO Garuda pertama kali berdiri.
Ia juga menanggapi rekam jejak sang sopir yang pernah mengalami insiden sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa kejadian terdahulu merupakan kecelakaan kategori ringan.
“Biasanya pernah mengalami juga kecelakaan tapi kecelakaan ringan tidak separah yang saat ini,” jelasnya.
Pihak manajemen juga telah memastikan kondisi armada dalam keadaan laik jalan sebelum diberangkatkan. Selain itu, sopir tersebut baru pertama kali mengambil jadwal mengantar penumpang selama masa puasa tahun ini. (*)
Fanny Anelsia Mustaki
Yessi Sukersi Mustaki
Kecelakaan Maut Minsel
kecelakaan di minsel
Reza Mustaki
PO Garuda Gorontalo
| Kenangan Sang Ibu untuk 2 ASN Gorontalo yang Kecelakaan di Minsel, Tak Bisa Bendung Air Mata |
|
|---|
| Keluarga Fanny dan Yessi Mustaki di Gorontalo Buka Opsi Jalur Hukum: Supaya Tidak Ada Lagi Korban |
|
|---|
| Pesan Terakhir Dua Kakak Beradik Asal Gorontalo yang Terlibat Kecelakaan di Minsel Sulut |
|
|---|
| Fakta Baru Kecelakaan Maut di Minsel, Sopir Gorontalo Kebut-kebutan hingga Tabrak Pohon |
|
|---|
| Niat Liburan Bersama Ibu Pupus, ASN Gorontalo Fanny dan Yessi Meninggal Akibat Kecelakaan Mobil |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.