Harga Pangan Gorontalo
Harga Cabai Merah Melonjak hingga Rp50 Ribu, Pedagang Pasar Andalas Sebut Tren Mulai Naik
Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Andalas, Kota Gorontalo, mulai mengalami kenaikan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (14/3/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2026-03-14_BAHAN-POKOK-Aktivitas-pedagang-di-Pasar-Andalas-Kecamatan-Kota-Utara.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Andalas, Kota Gorontalo, mulai mengalami kenaikan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
- Cabai rawit kini menembus Rp70 ribu per kilogram, sementara cabai merah melonjak hingga Rp50 ribu dan bawang merah naik menjadi Rp50 ribu per kilogram.
- Meski beberapa komoditas seperti bawang putih dan beras masih relatif stabil atau turun, aktivitas belanja warga tetap ramai meski terlihat lebih selektif.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Andalas, Kota Gorontalo, mulai mengalami kenaikan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (14/3/2026).
Kenaikan harga tersebut terlihat pada beberapa komoditas utama yang banyak diburu warga untuk kebutuhan dapur.
Salah satu yang paling mencolok adalah harga cabai rawit yang kini menembus Rp70 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp65 ribu per kilogram.
Pedagang rempah-rempah di pasar tersebut, Andri Aneta, mengatakan kenaikan harga cabai rawit sudah mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Suasana Rumah Duka PNS Kakak Beradik Meninggal Kecelakaan, Keluarga Siapkan 2 Keranda
“Cabai sekarang sudah naik pak. Kemarin Rp65 ribu, sekarang naik lagi Rp5 ribu jadi Rp70 ribu per kilogram. Biasanya kalau sudah mendekati H-3 Lebaran itu bisa naik lebih tinggi lagi,” kata Andri saat ditemui di lapaknya.
Selain cabai rawit, cabai merah juga mengalami lonjakan harga cukup signifikan. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram, kini harganya melonjak hingga Rp50 ribu per kilogram.
Menurut Andri, kondisi ini sedikit berbeda dari pola yang biasa terjadi di Gorontalo.
Ia menjelaskan, selama ini cabai rawit lebih sering mengalami lonjakan harga karena lebih banyak digunakan masyarakat dalam masakan sehari-hari.
“Biasanya cabai rawit yang cepat naik, karena orang Gorontalo memang lebih banyak pakai cabai rawit. Tapi sekarang cabai merah juga ikut naik,” ujarnya.
Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah. Komoditas ini kini dijual Rp50 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu.
Namun tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Bawang putih justru mengalami sedikit penurunan.
Jika sebelumnya dijual Rp45 ribu per kilogram, kini bawang putih turun menjadi Rp40 ribu per kilogram.
“Nah kalau bawang putih dia malah turun. Kemarin Rp45 ribu, sekarang sudah Rp40 ribu,” jelas Andri.
Selain itu, harga minyak goreng juga mulai mengalami kenaikan.
Pedagang lainnya, Rahman Mustapa, mengatakan minyak goreng kemasan botol ukuran sekitar 1,5 liter kini dijual Rp28 ribu, naik dari sebelumnya Rp25 ribu.
“Menjelang Lebaran biasanya minyak goreng ikut naik karena permintaan meningkat. Tapi untuk stok masih aman,” kata Rahman.
Ia menyebutkan kenaikan harga bahan pokok mulai terasa dalam satu minggu terakhir.
“Pokoknya minggu terakhir ini sudah mulai naik hampir semua,” ujarnya.
Di sisi lain, harga daging ayam potong di Pasar Andalas saat ini bervariasi.
Pedagang ayam potong, Ihram Adam, mengatakan harga ayam berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan jenisnya.
“Kalau ayam memang beda-beda harganya, tergantung ukuran dan jenisnya. Penjualan masih normal, tapi memang harganya cukup tinggi,” kata Ihram.
Bahkan di beberapa lapak lain, harga ayam potong disebut sudah mencapai Rp130 ribu per kilogram. Sementara untuk ayam pedaging dijual sekitar Rp100 ribu per kilogram.
Untuk komoditas beras, harga justru relatif stabil.
Pedagang beras Arya Yunda mengatakan harga beras bahkan mengalami penurunan sejak akhir 2025 dan belum mengalami kenaikan hingga menjelang Lebaran tahun ini.
Di lapaknya, beras Super Win dijual Rp725 ribu per koli atau sekitar Rp15 ribu per kilogram.
Sementara beras Ciherang lokal dijual Rp650 ribu per koli atau sekitar Rp13 ribu per kilogram.
Untuk jenis pandan wangi dijual sekitar Rp14 ribu per kilogram atau Rp11.500 per liter, sedangkan beras pulo dijual Rp13 ribu per kilogram atau sekitar Rp11 ribu per liter.
“Harga beras memang turun sejak bulan lalu dan sampai sekarang masih bertahan. Jadi belum ada tanda-tanda kenaikan,” ujarnya.
Selain itu, harga telur ayam di Pasar Andalas saat ini dijual antara Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per baki. Sementara gula pasir dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram.
Pasar Andalas sendiri berada di kawasan permukiman Sipatana, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.
Sejak pagi hari, pasar tersebut terlihat dipadati warga yang datang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Lapak penjual beras berjajar di sepanjang jalan di dalam pasar, berdampingan dengan berbagai komoditas lainnya.
Sementara pedagang sayur umumnya berada di bagian pintu masuk pasar, disusul pedagang bahan pokok.
Di bagian tengah pasar didominasi oleh pedagang pakaian, sedangkan di ujung sisi utara banyak ditemui pedagang rempah-rempah.
Secara umum, penataan komoditas di pasar ini belum sepenuhnya terpisah. Pedagang bahan pokok, sayur, hingga rempah-rempah masih bercampur di beberapa titik, baik di dalam pasar maupun di sepanjang akses masuk pasar.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas tawar-menawar berlangsung cukup intens, terutama pada komoditas kebutuhan sehari-hari.
Meski sejumlah harga mulai merangkak naik, warga tetap datang berbelanja. Namun sebagian terlihat lebih selektif dalam memilih barang akibat pergerakan harga menjelang Lebaran.
Para pedagang berharap pasokan dari daerah produksi maupun dari luar Gorontalo tetap lancar sehingga harga bahan pokok dapat lebih terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Idulfitri 2026. (*/Jefri)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.