Kultum Milenial
Kultum Milenial Mahasiswa IAIN Gorontalo, Ali Junandar Sumaga: Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Pada 10 malam terakhir menjelang akhir bulan suci Ramadan, kita diperkenalkan dengan salah satu peristiwa besar, yaitu malam Lailatul Qadar.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Satu huruf saja nilainya sangat besar, seakan-akan kita beribadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Apalagi jika kita membaca satu juz, bahkan sampai mengkhatamkan Al-Qur’an hingga 30 juz. Betapa banyak pahala, manfaat, dan kebaikan yang akan kita peroleh.
Kedua, keutamaan malam Lailatul Qadar adalah diampuninya dosa-dosa kita oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik dosa yang telah lalu.
Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Man qama lailatal qadri imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzanbih.”
Artinya: “Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Ketika kita beribadah di malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka dosa-dosa kita yang telah lalu akan diampuni oleh Allah.
Di malam Lailatul Qadar juga terdapat doa khusus yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya tentang doa yang dibaca saat Lailatul Qadar, Nabi mengajarkan doa:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Keutamaan yang ketiga, pada malam Lailatul Qadar juga ditentukan berbagai urusan dan takdir manusia untuk waktu yang akan datang.
Maka ketika malam yang penuh kemuliaan itu datang, sudah sepantasnya bagi kita untuk memaksimalkan ibadah, memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar kehidupan kita ke depan selalu mendapatkan rahmat dan keberkahan dari-Nya.
Lantas, bagaimanakah kita dapat meraih malam Lailatul Qadar tersebut?
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.