Berita Nasional
Presiden Prabowo Akui Perang Iran-Amerika Bisa Berdampak ke Indonesia, Ada Potensi Kenaikan Harga
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menyampaikan sikap pemerintah terkait konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DAGANG-Presiden-RI-Prabowo-Subianto-berbisik-ke-Presiden-Amerika.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan konflik di Timur Tengah berpotensi menimbulkan kesulitan bagi Indonesia, terutama terkait lonjakan harga energi dan pangan.
- Meski demikian, ia menilai Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman karena hampir mencapai swasembada pangan dan terus mendorong kemandirian energi.
- Prabowo juga menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak memihak blok mana pun di tengah konflik global.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menyampaikan sikap pemerintah terkait konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.
Ia mengingatkan bahwa perang yang terjadi di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak bagi Indonesia, terutama pada sektor ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara daring dari kediamannya di Hambalang, Bogor, Senin (9/3/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah tidak akan menutup-nutupi kemungkinan kesulitan yang dapat muncul akibat konflik global tersebut.
“Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap ingin mengatasinya,” ujar Prabowo.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul akibat dinamika geopolitik dunia.
Baca juga: DPRD Gorontalo Heran LPG 3 Kg Dikeluhkan Langka, Padahal 25 Ribu Tabung Didistribusikan Tiap Hari
Prabowo juga menyampaikan rencana untuk memberikan penjelasan lebih lengkap kepada masyarakat mengenai potensi dampak konflik internasional tersebut terhadap kondisi nasional.
“Saya harus jujur kepada seluruh rakyat, dan saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” katanya.
Waspadai Dampak Harga Pangan
Menurut Prabowo, salah satu dampak yang perlu diwaspadai dari konflik global adalah lonjakan harga minyak dunia yang dapat memicu kenaikan harga pangan.
Namun ia menilai Indonesia memiliki keunggulan karena saat ini hampir mencapai target swasembada pangan.
Prabowo menyebut Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, yang merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat.
“Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita hampir mencapai swasembada pangan,” ujarnya.
Selain beras, pemerintah juga berupaya memperkuat ketersediaan sumber protein dalam negeri agar ketergantungan pada impor semakin berkurang.
Menurut Prabowo, capaian tersebut akan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pangan nasional jika gejolak global semakin memburuk.