Berita Nasional
Presiden Prabowo Akui Perang Iran-Amerika Bisa Berdampak ke Indonesia, Ada Potensi Kenaikan Harga
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menyampaikan sikap pemerintah terkait konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DAGANG-Presiden-RI-Prabowo-Subianto-berbisik-ke-Presiden-Amerika.jpg)
“Apapun yang terjadi di dunia, minimal kita aman dalam masalah pangan,” kata dia.
Dorong Kemandirian Energi
Selain sektor pangan, Prabowo juga menyinggung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada energi.
Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar secara mandiri, termasuk melalui pengembangan energi berbasis tanaman.
Beberapa komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu disebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi alternatif.
Menurutnya, upaya tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.
“Suatu saat kebutuhan BBM kita bukan lagi dari impor, tetapi dari sumber daya kita sendiri,” ujarnya.
Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan sikap Indonesia dalam menyikapi konflik internasional, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan perang di Ukraina.
Ia mengatakan Indonesia tetap berada pada jalur politik luar negeri bebas aktif dan tidak memihak blok kekuatan mana pun.
Menurut Prabowo, posisi tersebut merupakan pilihan strategis agar Indonesia tetap dapat menjaga hubungan baik dengan berbagai negara.
“Kita berada di jalur yang benar, yaitu tidak memihak dan tetap berada di jalur bebas aktif,” katanya.
Prabowo juga menegaskan Indonesia menghormati semua negara dan kekuatan di dunia, serta tidak ingin terlibat dalam rivalitas geopolitik global.
“Bhineka Tunggal Ika di dalam negeri, dan dalam hubungan luar negeri kita juga menghormati semua bangsa,” ujarnya.
(*)