Minggu, 22 Maret 2026

Heboh Nasional

Seorang Guru di NTT Viral Gunakan Salam Peluk hingga Cium Pipi Siswa Laki-laki

Seorang guru di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menjadi sorotan di media sosial setelah video yang menampilkan kedekatannya dengan

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Seorang Guru di NTT Viral Gunakan Salam Peluk hingga Cium Pipi Siswa Laki-laki
TribunGorontalo.com
GURU -- Viral seorang guru peluk hingga cium siswa laki-laki. Netizen sebut tidak wajar. 

Ia juga menjelaskan bahwa video yang menjadi perbincangan di media sosial tersebut direkam setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah selesai.

Dari beberapa siswa yang terlihat dalam video tersebut, Rusly menyebut salah satunya merupakan anak angkatnya.

Selain mengajar, Rusly juga bertugas sebagai pembina OSIS di sekolah tersebut. Ia mengatakan sering berinteraksi dengan siswa dalam berbagai kegiatan organisasi.

“Saya dekat sekali dengan anak-anak itu, karena saya ini pembina OSIS. Kami biasa buat rantangan untuk cari dana OSIS dan mereka juga sering datang ke rumah saya,” ungkapnya.

Rusly juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut perilaku yang terekam dalam video tersebut sebagai bagian dari adat atau budaya masyarakat Sabu.

“Saya selalu bilang ke anak-anak, kalau mau datang ke rumah saya maka harus ada izin dari orang tua. Beta tidak pernah bilang apa yang beta buat itu adat Sabu,” katanya.

Ia mengaku merasa terganggu dengan unggahan di media sosial tersebut dan menilai kebenaran informasi yang beredar perlu diklarifikasi secara jelas.

“Terus terang saya mau bilang, apa yang dilihat belum tentu benar. Silakan tanya saya, pihak sekolah maupun anak-anak seperti apa saya ini. Video yang viral itu juga saya posting di Facebook saya, karena saya memang dekat dengan anak-anak,” tuturnya.

Rusly mengatakan hingga kini ia belum memberikan klarifikasi resmi secara tertulis karena masih menunggu proses pemeriksaan dari pihak terkait.

Menurutnya, pihak sekolah telah menggelar rapat internal dan menyampaikan adanya instruksi dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Tadi kita rapat dan disampaikan oleh bapak kepala sekolah bahwa ada perintah dari pak Sekda kepada pengawas sekolah untuk mengecek soal itu. Saya belum klarifikasi karena menunggu pemeriksaan dari pihak dinas atau pengawas,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa.

“Saya berharap warganet saat menggunakan media sosial lebih bijak. Jangan cepat-cepat menarik kesimpulan yang negatif,” tambahnya.

Sementara itu, Septenius Bule Logo mengatakan pemerintah daerah telah meminta dinas terkait untuk menelusuri persoalan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sabu Raijua agar melakukan pengecekan langsung ke sekolah yang bersangkutan.

“Kita sudah perintahkan Sekdinas Pendidikan agar memberi perhatian dan menelusuri hal itu,” tulis Septenius melalui pesan WhatsApp.

 (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved