Rabu, 25 Maret 2026

Heboh Nasional

Seorang Guru di NTT Viral Gunakan Salam Peluk hingga Cium Pipi Siswa Laki-laki

Seorang guru di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menjadi sorotan di media sosial setelah video yang menampilkan kedekatannya dengan

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Seorang Guru di NTT Viral Gunakan Salam Peluk hingga Cium Pipi Siswa Laki-laki
TribunGorontalo.com
GURU -- Viral seorang guru peluk hingga cium siswa laki-laki. Netizen sebut tidak wajar. 
Ringkasan Berita:
  • Video yang menampilkan kedekatan seorang guru dengan sejumlah murid di Sabu Raijua viral di media sosial. 
  • Guru tersebut, Rusly Lingu Djara, mengaku terkejut dengan narasi yang menyertai unggahan dan menilai informasi yang beredar perlu diklarifikasi. 
  • Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan juga diminta menelusuri kebenaran video tersebut.

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Seorang guru di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan di media sosial setelah video yang menampilkan kedekatannya dengan sejumlah murid laki-laki beredar luas.

Guru tersebut adalah Rusly Lingu Djara (34), yang mengajar di SMP Negeri 2 Sabu Timur.

Video yang menampilkan kebersamaan Rusly dengan para siswa itu diunggah oleh akun Instagram @Honeyliwe dan kemudian memicu berbagai komentar dari warganet.

Unggahan tersebut disertai narasi yang menyebut adanya hubungan tidak wajar antara guru dan murid di bawah umur yang tidak memiliki hubungan keluarga.

Dalam narasi itu juga disebutkan adanya kedekatan fisik seperti pelukan, ciuman hingga dugaan aktivitas menginap bersama, serta permintaan agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Rusly mengaku terkejut saat pertama kali melihat unggahan yang viral di media sosial tersebut.

Ia merasa dalam postingan tersebut dirinya digambarkan sebagai sosok guru yang melakukan tindakan tidak pantas.

“Awal lihat postingan di Instagram terus terang beta (saya) kaget, karena video itu viral dan dikatai tidak benar,” ujar Rusly melalui sambungan telepon, Rabu (4/6/2026), seperti dikutip dari detikBali.

Rusly menjelaskan bahwa selain menjalankan profesinya sebagai guru, ia juga aktif membuat konten di media sosial. Ia kerap mengunggah berbagai kegiatan bersama siswa.

Menurutnya, kebiasaan tersebut sudah dilakukan sejak lama, termasuk melalui akun Facebook Pro miliknya.

Ia juga mengaku sempat mendapat pertanyaan dari sejumlah orang tua murid terkait unggahan yang beredar tersebut.

“Saya sudah biasa muat video dengan anak-anak selama ini, terlebih lagi di Facebook Pro. Saya juga sempat ditanya orang tua anak-anak, kenapa postingan itu mereka bilang kasihan orang lain tidak tahu apa-apa tapi bisa postingan begitu,” katanya.

Rusly mengatakan selama ini dirinya dikenal sebagai guru yang memiliki kedekatan dengan para siswa, namun tetap menerapkan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar.

“Beta ini selama ini dikenal sebagai guru yang dekat dengan anak-anak. Selain itu, beta juga dikenal dengan guru yang tegas. Kalau murid tidak buat kesalahan, maka saya baik dengan murid saya baik dengan semua murid,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa video yang menjadi perbincangan di media sosial tersebut direkam setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah selesai.

Dari beberapa siswa yang terlihat dalam video tersebut, Rusly menyebut salah satunya merupakan anak angkatnya.

Selain mengajar, Rusly juga bertugas sebagai pembina OSIS di sekolah tersebut. Ia mengatakan sering berinteraksi dengan siswa dalam berbagai kegiatan organisasi.

“Saya dekat sekali dengan anak-anak itu, karena saya ini pembina OSIS. Kami biasa buat rantangan untuk cari dana OSIS dan mereka juga sering datang ke rumah saya,” ungkapnya.

Rusly juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut perilaku yang terekam dalam video tersebut sebagai bagian dari adat atau budaya masyarakat Sabu.

“Saya selalu bilang ke anak-anak, kalau mau datang ke rumah saya maka harus ada izin dari orang tua. Beta tidak pernah bilang apa yang beta buat itu adat Sabu,” katanya.

Ia mengaku merasa terganggu dengan unggahan di media sosial tersebut dan menilai kebenaran informasi yang beredar perlu diklarifikasi secara jelas.

“Terus terang saya mau bilang, apa yang dilihat belum tentu benar. Silakan tanya saya, pihak sekolah maupun anak-anak seperti apa saya ini. Video yang viral itu juga saya posting di Facebook saya, karena saya memang dekat dengan anak-anak,” tuturnya.

Rusly mengatakan hingga kini ia belum memberikan klarifikasi resmi secara tertulis karena masih menunggu proses pemeriksaan dari pihak terkait.

Menurutnya, pihak sekolah telah menggelar rapat internal dan menyampaikan adanya instruksi dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Tadi kita rapat dan disampaikan oleh bapak kepala sekolah bahwa ada perintah dari pak Sekda kepada pengawas sekolah untuk mengecek soal itu. Saya belum klarifikasi karena menunggu pemeriksaan dari pihak dinas atau pengawas,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa.

“Saya berharap warganet saat menggunakan media sosial lebih bijak. Jangan cepat-cepat menarik kesimpulan yang negatif,” tambahnya.

Sementara itu, Septenius Bule Logo mengatakan pemerintah daerah telah meminta dinas terkait untuk menelusuri persoalan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sabu Raijua agar melakukan pengecekan langsung ke sekolah yang bersangkutan.

“Kita sudah perintahkan Sekdinas Pendidikan agar memberi perhatian dan menelusuri hal itu,” tulis Septenius melalui pesan WhatsApp.

 (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved