Ramadan 2026
Malam Nuzulul Quran, Ini 3 Amalan Utama untuk Meraih Keberkahan
Tepat pada Jumat malam ini (6/3/2026) bertepatan malam 17 Ramadhan 1447 H, umat Islam di Indonesia memperingati Nuzulul Qur’an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-muslim-membaca-Alquran.jpg)
Artinya: "Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah."
Niat yang tulus adalah kunci utama. Meski hanya dilakukan beberapa jam saja, jika didasari keikhlasan, Allah akan mencatatnya sebagai ibadah yang agung.
I’tikaf juga menjadi sarana latihan bagi kita untuk menyambut sepuluh malam terakhir Ramadhan (Lailatul Qadar). Ini adalah pemanasan spiritual yang sangat efektif agar jiwa kita tidak kaget saat melakukan ibadah marathon di akhir bulan nanti.
Bayangkan betapa indahnya ketika kita berada di sudut masjid, bersimpuh di atas sajadah, sementara malaikat turun membawa rahmat bagi orang-orang yang sedang mengingat Tuhannya.
3. Melaksanakan Shalat Malam dan Berdoa
Amalan ketiga yang tidak boleh terlewatkan adalah memperbanyak shalat malam (Qiyamul Lail) dan berdoa. Shalat malam merupakan jembatan paling pendek untuk meraih kedekatan dengan Allah.
Setelah melaksanakan shalat Tarawih dan Witir, kita bisa menambahnya dengan shalat Tahajud, shalat Hajat, atau shalat Taubat. Shalat-shalat sunnah ini adalah sarana untuk menumpahkan segala keluh kesah dan harapan kita.
Banyak sekali keutamaan yang dapat diraih bila mengerjakan shalat malam. Para ulama menyebutkan bahwa shalat malam adalah shalat yang paling utama kedudukannya setelah shalat fardhu lima waktu.
Keutamaan shalat malam juga digambarkan layaknya sedekah yang dilakukan secara sirr atau rahasia. Ia adalah bukti cinta seorang hamba kepada Tuhannya, di mana ia rela memotong waktu istirahatnya demi bersujud.
Di malam Nuzulul Quran ini, perpanjanglah ruku’ dan sujud Anda. Gunakan waktu sujud terakhir untuk memohon ampunan atas segala dosa yang telah lalu dan meminta petunjuk untuk masa depan yang lebih baik.
Berdoa di malam Nuzulul Qur’an memiliki nilai historis yang kuat. Sebagaimana Al-Qur’an adalah jawaban atas kegelisahan Nabi Muhammad saw, maka doa kita malam ini adalah permohonan jawaban atas kegelisahan hidup kita.
Mintalah agar Allah menjadikan Alquran sebagai penyejuk hati kita, cahaya bagi dada kita, dan pelipur lara bagi kesedihan kita. Doa-doa yang tulus akan menembus arsy dan kembali kepada kita dalam bentuk ketenangan batin.
Jangan lupa pula untuk mendoakan kedua orang tua, keluarga, dan seluruh umat Muslim. Keberkahan malam ini sangat luas, cukup untuk mencakup seluruh permohonan yang kita langitkan.
(Sumber: NU Online)