Kamis, 5 Maret 2026

Update Geopolitik

Putra Ali Khamenei Bernama Mojtaba Khamenei Disebut Resmi jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Nama Mojtaba Khamenei muncul sebagai sosok yang dikabarkan menggantikan posisi Pemimpin Tertinggi Iran. Informasi tersebut pertama kali

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Putra Ali Khamenei Bernama Mojtaba Khamenei Disebut Resmi jadi Pemimpin Tertinggi Iran
TribunGorontalo.com
PEMIMPIN -- Mojtaba Khamenei disebut telah terpilih sebagai pemimpin Iran pengganti Ali Khamenei. Motjaba (65) adalah putra Ali yang sebelumya tidak masuk dalam daftar pengganti. 
Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei dilaporkan ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya di tengah meningkatnya konflik regional. 
  • Penetapan tersebut disebut dilakukan oleh Majelis Ahli dengan latar situasi keamanan yang memburuk serta tekanan internal. 
  • Sementara itu, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat dengan aksi saling serang di sejumlah titik strategis kawasan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM — Nama Mojtaba Khamenei muncul sebagai sosok yang dikabarkan menggantikan posisi Pemimpin Tertinggi Iran.

Informasi tersebut pertama kali dipublikasikan oleh media oposisi berbasis luar negeri, Iran International dan dipublikasi Rabu dini hari tadi (4/3/2026). 

Media tersebut menyebut Majelis Ahli Iran menetapkan Mojtaba di tengah situasi keamanan yang memburuk, dengan dugaan adanya tekanan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Mojtaba, 56 tahun, merupakan putra kedua dari Ali Khamenei. Ia dikenal memiliki hubungan dekat dengan IRGC dan milisi Basij, meskipun tidak memegang jabatan formal dalam pemerintahan maupun struktur resmi negara.

Baca juga: Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan

Riwayatnya mencatat keterlibatan dalam angkatan bersenjata Iran saat perang Iran-Irak.

Selama bertahun-tahun, ia kerap disebut sebagai figur berpengaruh di balik layar dan masuk dalam bursa calon penerus ayahnya.

Menariknya, laporan sebelumnya menyebut Ali Khamenei pernah menyusun daftar tiga ulama senior sebagai kandidat pengganti, dan nama Mojtaba tidak tercantum.

Bahkan disebutkan bahwa model suksesi langsung dari ayah ke anak dinilai sensitif karena berpotensi menyerupai sistem monarki yang digulingkan dalam Revolusi 1979.

Dalam tradisi ulama Syiah Iran, pola pewarisan kekuasaan keluarga juga bukan praktik lazim.

Namun dinamika politik dan keamanan terbaru disebut turut memengaruhi proses pengambilan keputusan.

Baca juga: Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya

Sejumlah tokoh penting Iran dilaporkan tewas dalam konflik terkini, termasuk penasihat senior Ali Shamkhani, Komandan Garda Revolusi Jenderal Mohammad Pakpour, serta mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Ali Khamenei sendiri diberitakan meninggal dunia akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan sekutu pada Sabtu pagi.

Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang kemudian mengadakan sidang di kota Qom untuk menentukan pengganti.

Gedung tempat berlangsungnya pertemuan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan lanjutan.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kemungkinan korban dalam insiden tersebut.

Serangan udara juga dilaporkan menghantam Lapangan Ferdowsi di pusat Teheran.

Sejumlah gambar yang beredar memperlihatkan warga sipil berada di sekitar reruntuhan bangunan.

Sanksi dan Aset

Pada 2019, Mojtaba masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat. Meski demikian, sejumlah laporan menyebut ia memiliki jaringan aset bernilai lebih dari £100 juta.

Ia disebut mengendalikan sejumlah properti mewah, termasuk 11 bangunan di kawasan The Bishops Avenue, London Utara.

Kepemilikan tersebut diduga dilakukan melalui perusahaan cangkang yang terdaftar di berbagai yurisdiksi, termasuk Isle of Man, serta rekening di Inggris, Swiss, Uni Emirat Arab, dan Liechtenstein.

Dalam sistem politik Iran yang menganut konsep wilayah al-faqih, Pemimpin Tertinggi umumnya berasal dari kalangan ulama senior dengan otoritas keagamaan dan politik kuat.

Mojtaba diketahui pernah menempuh pendidikan agama di seminari konservatif di Qom, meskipun tidak memiliki jabatan ulama tinggi.

Ia lahir pada 1969 di Mashhad dan tumbuh ketika ayahnya menjadi tokoh oposisi terhadap Shah Iran.

Laporan juga menyebut istri Mojtaba, Zahra Adel, serta ibunya, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, turut menjadi korban dalam serangan Sabtu tersebut.

Respons Amerika Serikat dan Situasi Regional

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan gelombang awal serangan telah mengeliminasi sejumlah kandidat penerus yang sebelumnya diperhitungkan.

Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menyebut operasi militer berjalan efektif hingga menyingkirkan kandidat utama dan alternatif lainnya.

Ia juga mengatakan kepada The New York Times bahwa terdapat tiga opsi yang dinilainya layak, namun tidak mengungkapkan identitasnya.

Ketegangan di kawasan terus meningkat. Sebuah drone dilaporkan menghantam area parkir dekat Konsulat AS di Dubai pada Selasa, meskipun otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi dan menyebutnya sebagai tindakan serius yang akan membawa konsekuensi.

Konflik yang telah memasuki hari keempat ini menunjukkan eskalasi signifikan, dengan aksi saling serang terus terjadi di sejumlah titik strategis di kawasan Timur Tengah.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 05 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:13
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved