Update Geopolitik
Putra Ali Khamenei Bernama Mojtaba Khamenei Disebut Resmi jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Nama Mojtaba Khamenei muncul sebagai sosok yang dikabarkan menggantikan posisi Pemimpin Tertinggi Iran. Informasi tersebut pertama kali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMIMPIN-Mojtaba-Khamenei-disebut-telah-terpilih-sebagai-pemimpin.jpg)
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kemungkinan korban dalam insiden tersebut.
Serangan udara juga dilaporkan menghantam Lapangan Ferdowsi di pusat Teheran.
Sejumlah gambar yang beredar memperlihatkan warga sipil berada di sekitar reruntuhan bangunan.
Sanksi dan Aset
Pada 2019, Mojtaba masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat. Meski demikian, sejumlah laporan menyebut ia memiliki jaringan aset bernilai lebih dari £100 juta.
Ia disebut mengendalikan sejumlah properti mewah, termasuk 11 bangunan di kawasan The Bishops Avenue, London Utara.
Kepemilikan tersebut diduga dilakukan melalui perusahaan cangkang yang terdaftar di berbagai yurisdiksi, termasuk Isle of Man, serta rekening di Inggris, Swiss, Uni Emirat Arab, dan Liechtenstein.
Dalam sistem politik Iran yang menganut konsep wilayah al-faqih, Pemimpin Tertinggi umumnya berasal dari kalangan ulama senior dengan otoritas keagamaan dan politik kuat.
Mojtaba diketahui pernah menempuh pendidikan agama di seminari konservatif di Qom, meskipun tidak memiliki jabatan ulama tinggi.
Ia lahir pada 1969 di Mashhad dan tumbuh ketika ayahnya menjadi tokoh oposisi terhadap Shah Iran.
Laporan juga menyebut istri Mojtaba, Zahra Adel, serta ibunya, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, turut menjadi korban dalam serangan Sabtu tersebut.
Respons Amerika Serikat dan Situasi Regional
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan gelombang awal serangan telah mengeliminasi sejumlah kandidat penerus yang sebelumnya diperhitungkan.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menyebut operasi militer berjalan efektif hingga menyingkirkan kandidat utama dan alternatif lainnya.
Ia juga mengatakan kepada The New York Times bahwa terdapat tiga opsi yang dinilainya layak, namun tidak mengungkapkan identitasnya.
Ketegangan di kawasan terus meningkat. Sebuah drone dilaporkan menghantam area parkir dekat Konsulat AS di Dubai pada Selasa, meskipun otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi dan menyebutnya sebagai tindakan serius yang akan membawa konsekuensi.
Konflik yang telah memasuki hari keempat ini menunjukkan eskalasi signifikan, dengan aksi saling serang terus terjadi di sejumlah titik strategis di kawasan Timur Tengah.(*)