Update Geopolitik
Putra Ali Khamenei Bernama Mojtaba Khamenei Disebut Resmi jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Nama Mojtaba Khamenei muncul sebagai sosok yang dikabarkan menggantikan posisi Pemimpin Tertinggi Iran. Informasi tersebut pertama kali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMIMPIN-Mojtaba-Khamenei-disebut-telah-terpilih-sebagai-pemimpin.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei dilaporkan ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya di tengah meningkatnya konflik regional.
- Penetapan tersebut disebut dilakukan oleh Majelis Ahli dengan latar situasi keamanan yang memburuk serta tekanan internal.
- Sementara itu, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat dengan aksi saling serang di sejumlah titik strategis kawasan.
TRIBUNGORONTALO.COM — Nama Mojtaba Khamenei muncul sebagai sosok yang dikabarkan menggantikan posisi Pemimpin Tertinggi Iran.
Informasi tersebut pertama kali dipublikasikan oleh media oposisi berbasis luar negeri, Iran International dan dipublikasi Rabu dini hari tadi (4/3/2026).
Media tersebut menyebut Majelis Ahli Iran menetapkan Mojtaba di tengah situasi keamanan yang memburuk, dengan dugaan adanya tekanan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Mojtaba, 56 tahun, merupakan putra kedua dari Ali Khamenei. Ia dikenal memiliki hubungan dekat dengan IRGC dan milisi Basij, meskipun tidak memegang jabatan formal dalam pemerintahan maupun struktur resmi negara.
Baca juga: Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan
Riwayatnya mencatat keterlibatan dalam angkatan bersenjata Iran saat perang Iran-Irak.
Selama bertahun-tahun, ia kerap disebut sebagai figur berpengaruh di balik layar dan masuk dalam bursa calon penerus ayahnya.
Menariknya, laporan sebelumnya menyebut Ali Khamenei pernah menyusun daftar tiga ulama senior sebagai kandidat pengganti, dan nama Mojtaba tidak tercantum.
Bahkan disebutkan bahwa model suksesi langsung dari ayah ke anak dinilai sensitif karena berpotensi menyerupai sistem monarki yang digulingkan dalam Revolusi 1979.
Dalam tradisi ulama Syiah Iran, pola pewarisan kekuasaan keluarga juga bukan praktik lazim.
Namun dinamika politik dan keamanan terbaru disebut turut memengaruhi proses pengambilan keputusan.
Baca juga: Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya
Sejumlah tokoh penting Iran dilaporkan tewas dalam konflik terkini, termasuk penasihat senior Ali Shamkhani, Komandan Garda Revolusi Jenderal Mohammad Pakpour, serta mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Ali Khamenei sendiri diberitakan meninggal dunia akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan sekutu pada Sabtu pagi.
Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang kemudian mengadakan sidang di kota Qom untuk menentukan pengganti.
Gedung tempat berlangsungnya pertemuan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan lanjutan.