Ramadan 2026
Bukber Jalan Terus, Tarawih Tetap Aman: Ini Cara Mengatur Waktu Ramadan
Sering bukber hingga lupa tarawih? Simak pandangan Islam soal skala prioritas ibadah dan cara bijak atur waktu di bulan Ramadan.
Ringkasan Berita:
- Bukber adalah tradisi baik dan sunnah, tetapi tarawih memiliki prioritas ibadah lebih tinggi di Ramadan.
- Waktu tarawih panjang, bisa dilakukan hingga menjelang sahur jika terlewat berjamaah.
- Tarawih memiliki banyak keutamaan: ampunan dosa, pahala semalam penuh, hingga memperkuat iman dan ukhuwah.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Ramadan selalu identik dengan kebersamaan. Selain meningkatkan kualitas ibadah, banyak orang memanfaatkan bulan suci ini untuk mempererat silaturahmi melalui acara buka puasa bersama atau bukber.
Undangan bukber pun datang silih berganti, mulai dari teman sekolah lama, rekan kerja, komunitas, hingga keluarga besar.
Baca juga: Bijak Manfaatkan Waktu Jelang Berbuka, Ustaz Bagikan Tips Ngabuburit Penuh Pahala
Suasana hangat dan penuh canda sering kali membuat waktu berlalu tanpa terasa. Di satu sisi, momen ini menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat hubungan sosial.
Namun di sisi lain, tak sedikit yang akhirnya melewatkan sholat tarawih karena terlalu larut dalam obrolan.
Baca juga: Tetap Bisa Makan Pedas Saat Puasa? Simak 4 Tips Agar Lambung Tetap Aman
Usai berbuka dan menunaikan sholat Maghrib, perbincangan biasanya terus berlanjut hingga malam.
Reuni yang sejatinya bernilai positif bisa berubah menjadi kelalaian ketika membuat seseorang mengabaikan ibadah utama di bulan Ramadan.
Baca juga: Ramadan Bulan Al-Qur’an, Mahasiswa IAIN Gorontalo Ajak Perbanyak Tilawah
Lalu, bagaimana Islam memandang fenomena ini?
Bukber Tradisi Baik, tetapi Ibadah Punya Skala Prioritas
Dalam salah satu tayangan program OASE di kanal YouTube Tribunnews, dosen Ilmu Hukum Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Suciyani, menjelaskan bahwa berbuka puasa bersama pada dasarnya merupakan tradisi yang baik.
Menyegerakan berbuka adalah sunnah yang dianjurkan dalam Islam, dan berkumpul untuk berbuka dapat mempererat ukhuwah atau persaudaraan sesama Muslim.
Namun demikian, dalam praktik keagamaan terdapat skala prioritas.
Tidak semua amalan sunnah memiliki kedudukan yang sama. Sholat tarawih sebagai bagian dari qiyamul lail di bulan Ramadan memiliki nilai yang lebih utama dibandingkan sekadar menghadiri acara sosial seperti bukber.
Tarawih merupakan ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW dan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Karena itu, setiap Muslim dianjurkan mengatur agenda Ramadan dengan bijak.
Baca juga: Komisi V Minta Pemerintah Hentikan Ekspansi Minimarket, Minta Kopdes yang Diutamakan
Jika menghadiri bukber, hendaknya waktu dibatasi agar tidak mengganggu pelaksanaan sholat Isya dan tarawih.
Waktu Tarawih Tidak Terbatas di Awal Malam
Sebagian orang beranggapan bahwa tarawih hanya bisa dilakukan berjamaah di masjid sesaat setelah sholat Isya dan berakhir sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB.
Padahal, waktu pelaksanaan tarawih sebenarnya cukup panjang.
Tarawih dapat dikerjakan sejak selesai Isya hingga menjelang waktu sahur.
Artinya, masih ada kesempatan untuk menunaikannya di rumah pada tengah malam atau bahkan dini hari.
Jika acara buka bersama selesai cukup larut, misalnya sekitar pukul 22.00, seseorang tetap bisa melaksanakan tarawih setelah tiba di rumah.
Islam memberikan kelonggaran selama ibadah dilakukan dalam rentang waktu yang dibenarkan.
Dengan manajemen waktu yang tepat, silaturahmi tetap terjalin tanpa harus mengorbankan ibadah.
Baca juga: Ditjen Saintek Buka Program Magang Juli-Desember 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Ramadan
Sholat tarawih bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas keimanan.
Mengutip dari baznas.go.id, berikut beberapa keutamaan sholat Tarawih di bulan Ramadan:
1. Kesempatan Mendapatkan Ampunan
Rasulullah SAW menjanjikan ampunan bagi orang yang melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala.
Tarawih menjadi sarana pembersihan diri dari dosa-dosa yang telah lalu.
2. Pahala Seperti Sholat Semalam Penuh
Siapa pun yang melaksanakan tarawih bersama imam hingga selesai akan mendapatkan pahala seperti sholat semalam suntuk.
Ini merupakan karunia besar yang sayang untuk dilewatkan hanya karena terlena dalam aktivitas sosial.
3. Melatih Konsistensi Ibadah Malam
Tarawih membiasakan seorang Muslim untuk bangun dan beribadah di malam hari.
Kebiasaan ini dapat berlanjut setelah Ramadhan dalam bentuk tahajud atau qiyamul lail lainnya.
4. Meningkatkan Kedekatan Spiritual
Di dalam tarawih terdapat bacaan Al-Qur’an, rukuk, sujud, dan doa yang memperdalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.
Momen ini sangat berharga dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.
5. Memperkuat Ukhuwah
Jika dilakukan berjamaah di masjid, tarawih juga mempererat hubungan antar sesama Muslim dalam suasana ibadah.
Pada akhirnya, buka puasa bersama adalah tradisi yang baik dan sarat nilai kebersamaan.
Namun, Ramadan tetaplah bulan ibadah yang memiliki prioritas utama.
Jangan sampai momen silaturahmi justru membuat kita kehilangan kesempatan meraih keutamaan tarawih.
Dengan pengaturan waktu yang bijak, keduanya bisa berjalan seimbang: hubungan sosial tetap hangat, dan kualitas ibadah pun tetap terjaga. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sering Buka Bersama hingga Lupa Tarawih, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?, https://www.tribunnews.com/ramadan/7794382/sering-buka-bersama-hingga-lupa-tarawih-bagaimana-hukumnya-dalam-islam
Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Garudea Prabawati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2332023_buka-bersama_.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.