Tarif Listrik
Daftar Tarif Listrik 16–22 Februari 2026, Beli Token Rp 100 Ribu Dapat Berapa kWh?
Tarif listrik 16–22 Februari 2026 resmi berlaku. Cek harga per kWh semua golongan dan hitung kWh token Rp 50 ribu–Rp 100 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tarif-listrik-1622-Februari-2026-resmi-berlaku.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tarif listrik 16–22 Februari 2026 berlaku untuk pelanggan prabayar dan pascabayar semua golongan.
- Daftar harga per kWh berbeda sesuai daya, dari subsidi hingga industri.
- Token Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu menghasilkan kWh berbeda setelah dipotong PPJ.
TRIBUNGORONTALO.COM — Menjelang pekan ketiga Februari 2026, pelanggan listrik perlu mengetahui besaran tarif terbaru yang berlaku agar dapat mengatur konsumsi energi secara lebih terencana.
Informasi ini penting, baik bagi pengguna listrik prabayar yang membeli token terlebih dahulu maupun pelanggan pascabayar yang membayar tagihan setelah pemakaian.
Baca juga: PLN Masuk Fortune Global 500 Berkat Digitalisasi dan Strategi Beyond kWh
Untuk periode 16–22 Februari 2026, pemerintah menetapkan tarif tenaga listrik yang diberlakukan bagi pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Tarif ini menjadi acuan resmi dalam perhitungan biaya listrik sesuai golongan daya masing-masing pelanggan.
Pada sistem prabayar, pelanggan membeli token listrik untuk mendapatkan sejumlah kilowatt hour (kWh) yang kemudian dimasukkan ke meteran.
Sementara itu, pelanggan pascabayar menggunakan listrik terlebih dahulu dan membayar sesuai pemakaian pada akhir periode penagihan.
Lalu, berapa rincian tarif listrik yang berlaku pada periode tersebut?
Baca juga: Tarif Listrik Pasca Diskon 50 Persen Selesai Resmi Berubah Untuk Semua Golongan, Cek Harga per kWh
Rincian Tarif Listrik 16–22 Februari 2026
Berikut daftar tarif listrik PLN berdasarkan kelompok pelanggan:
Pelanggan Rumah Tangga
R-1/TR 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
R-1/TR 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
R-1/TR 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
R-3/TR/TM di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Baca juga: Jadwal Belajar Anak Sekolah dan Ketentuan Lengkap Libur Ramadan 1447 Hijriah
Pelanggan Bisnis
B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
B-3/TM, TT di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
Pelanggan Industri
I-3/TM di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh
Fasilitas Pemerintah dan Penerangan Jalan
P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
P-2/TM di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
P-3/TR (PJU): Rp 1.699,53 per kWh
L/TR, TM, TT: Rp 1.644,52 per kWh
Baca juga: Muhammadiyah Mulai Puasa 18 Februari, Kapan Awal Ramadan 2026 Versi Pemerintah?
Pelayanan Sosial
450 VA: Rp 325 per kWh
900 VA: Rp 455 per kWh
1.300 VA: Rp 708 per kWh
2.200 VA: Rp 760 per kWh
3.500 VA–200 kVA: Rp 900 per kWh
Di atas 200 kVA: Rp 925 per kWh
Baca juga: Mengapa Barongsai Identik dengan Imlek? Ini Penjelasan Sejarahnya
Rumah Tangga Subsidi
450 VA: Rp 415 per kWh
900 VA: Rp 605 per kWh
Beli Token Rp 50.000 dan Rp 100.000 Dapat Berapa kWh?
Pelanggan prabayar dapat membeli token listrik mulai dari nominal kecil hingga Rp 1 juta.
Namun, jumlah kWh yang diterima tidak sepenuhnya sesuai nominal pembelian karena adanya potongan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarannya berbeda di setiap daerah.
Sebagai contoh di DKI Jakarta, besaran PPJ adalah:
Hingga 2.200 VA: 2,4 persen
3.500–5.500 VA: 3 persen
6.600 VA ke atas: 4 persen
Rumus untuk menghitung jumlah kWh yang diperoleh adalah:\
(Nominal token – PPJ) : tarif listrik = kWh yang didapatkan.
Berikut simulasi pembelian token untuk pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:
- Token Rp 50.000
900 VA: 36,09 kWh
1.300–2.200 VA: 33,78 kWh
3.500–5.500 VA: 28,54 kWh
≥6.600 VA: 28,24 kWh
- Token Rp 100.000
900 VA: 72,19 kWh
1.300–2.200 VA: 67,56 kWh
3.500–5.500 VA: 57,07 kWh
≥6.600 VA: 56,49 kWh
Perhitungan tersebut telah memperhitungkan potongan PPJ sesuai golongan daya masing-masing.
Dengan memahami tarif listrik periode 16–22 Februari 2026 serta simulasi pembelian token Rp 50.000 dan Rp 100.000, pelanggan dapat memperkirakan kebutuhan energi rumah tangga secara lebih cermat sekaligus mengatur anggaran bulanan agar tetap terkendali. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.