Minggu, 15 Maret 2026

Berita Nasional

Sosok Daryono, Pakar Gempa BMKG yang Memilih Mundur Karena Faktor Kesehatan

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, memutuskan melepaskan jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini setelah mengalami

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sosok Daryono, Pakar Gempa BMKG yang Memilih Mundur Karena Faktor Kesehatan
TribunGorontalo.com
BMKG -- Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menyatakan bahwa ia mengundurkan diri dari jabatannya. 
Ringkasan Berita:
  • Daryono mengundurkan diri dari jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG sekaligus mengajukan pensiun dini karena mengalami distrofi kornea. 
  • Meski tidak lagi menjabat, ia menyatakan tetap berkomitmen memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. 
  • Daryono dikenal sebagai pakar geofisika dengan rekam jejak panjang di bidang mitigasi gempa dan penelitian ilmiah.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kabar pengunduran diri datang dari jajaran pejabat di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, memutuskan melepaskan jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini setelah mengalami gangguan kesehatan pada mata.

Keputusan tersebut disampaikan Daryono melalui keterangan resmi pada Jumat malam, 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kesehatan yang dialaminya mengharuskan menjalani perawatan intensif sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugas jabatan.

Baca juga: Ini Pola Belajar Siswa Selama Ramadan 2026, Ada Jadwal Mandiri hingga Libur Lebaran

Daryono mengungkapkan bahwa dirinya menderita distrofi kornea, penyakit genetik langka yang menyebabkan penumpukan zat abnormal pada kornea mata.

Kondisi tersebut dapat memicu gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur hingga sensitivitas tinggi terhadap cahaya.

Ia menyatakan bahwa saat ini tengah menjalani masa cuti dinas untuk proses pengobatan sebelum memasuki masa pensiun dini.

Meski demikian, ia menegaskan statusnya sebagai pegawai BMKG masih berlaku hingga 1 Mei 2026.

Setelah tidak lagi menjabat, Daryono meminta kepada rekan media agar tidak lagi mencantumkan jabatannya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami dalam pemberitaan.

Walau demikian, ia memastikan tetap berkomitmen berkontribusi dalam edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Ia menegaskan akan tetap bersedia menjadi narasumber maupun memberikan penjelasan ilmiah terkait kegempaan dan tsunami sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Baca juga: Belajar di Bulan Ramadan 2026: Sekolah Dimulai 23 Februari, Ini Aturannya

Daryono juga menekankan pentingnya menjaga objektivitas ilmiah dan integritas dalam setiap penyampaian informasi kebencanaan.

Perjalanan Karier dan Pendidikan

Daryono lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1971. Pendidikan awalnya ditempuh melalui program Diploma III Geofisika di Akademi Meteorologi dan Geofisika Jakarta pada 1993.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan sarjana Geofisika di Universitas Gadjah Mada.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan magister di Universitas Udayana sebelum meraih gelar doktor Ilmu Geografi dari UGM pada 2006.

Karier profesionalnya dimulai saat bergabung dengan BMKG sebagai staf teknis di Balai Wilayah III Denpasar, Bali.

Dalam perjalanan kariernya, Daryono juga pernah mengemban tugas sebagai Kepala Subbagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Namanya semakin dikenal publik ketika menjabat Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami. 

Baca juga: Buruan Daftar! Pos Indonesia Buka Program Mudik Gratis Lebaran 2026

Ia kemudian dipercaya menduduki posisi Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG pada 2022.

Selain aktif dalam tugas kedinasan, Daryono juga dikenal produktif dalam kegiatan riset. Sejak 2005, ia telah menghasilkan lebih dari 80 publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga terlibat dalam organisasi profesi, salah satunya sebagai Wakil Presiden Divisi Mitigasi Bencana Kebumian di Himpunan Ahli Geofisika Indonesia pada 2017. Daryono kemudian tercatat menjadi pengurus pusat organisasi tersebut untuk periode 2022–2024.

 (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved