Rabu, 22 April 2026

Hari Valentine

Sejarah Hari Valentine: Dari Ritual Kuno hingga Perayaan Cinta Global

Valentine 14 Februari tak selalu soal cokelat dan bunga. Ini sejarah panjangnya, dari ritual Romawi hingga jadi perayaan cinta dunia.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Sejarah Hari Valentine: Dari Ritual Kuno hingga Perayaan Cinta Global
Canva
SEJARAH VALENTINE - Ilustrasi cinta - Valentine 14 Februari tak selalu soal cokelat dan bunga. Ini sejarah panjangnya, dari ritual Romawi hingga jadi perayaan cinta dunia. 
Ringkasan Berita:
  • Valentine berakar dari tradisi Romawi Kuno dan peringatan Santo Valentine sejak 496 M.
  • Festival Lupercalia diyakini menjadi cikal bakal perayaan 14 Februari.
  • Tradisi kartu dan simbol cinta berkembang hingga menjadi perayaan global yang kental unsur komersial.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari, termasuk pada Sabtu (14/2/2026) hari ini.

Momen ini identik dengan ungkapan cinta melalui bunga, cokelat, dan kartu ucapan bernuansa romantis.

Meski kini dikenal sebagai hari penuh kasih sayang, sejarah Valentine tidak selalu seindah gambaran modernnya.

Baca juga: Kisah Sedih Hari Valentine 14 Februari, Ternyata Sejarahnya Ada Hukuman Mati

3 ZODIAK PALING BERUNTUNG SOAL CINTA - Ilustrasi Cinta. 3 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta Besok, Minggu 14 Desember 2025
SEJARAH VALENTINE - Valentine 14 Februari tak selalu soal cokelat dan bunga. Ini sejarah panjangnya, dari ritual Romawi hingga jadi perayaan cinta dunia.(Canva)

Sebagian orang memaknainya sebagai perayaan cinta, sebagian lain menilai sebagai tradisi komersial, bahkan ada yang melihatnya sebagai pengingat status lajang.

Melansir dari Kompas.com, terlepas dari beragam pandangan tersebut, perayaan 14 Februari telah berlangsung selama ratusan tahun dengan bentuk dan makna yang terus berkembang, sebagaimana dikutip dari USA Today pada Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Senyum Sumringah Cewek-cewek Gorontalo Dapat Coklat dari Polisi di Momen Valentine

Perayaan di Berbagai Negara

VALENTINE DAY - ilustrasi Valentine Day.
VALENTINE DAY - ilustrasi Valentine Day. (freepik.com/starline)

Hari Valentine dirayakan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Perancis, Meksiko, Inggris Raya, hingga berbagai belahan dunia lainnya.

Di Amerika Serikat pada 2026, Valentine jatuh pada Sabtu dan berdekatan dengan Hari Presiden yang diperingati pada Senin, 16 Februari.

Bulan Februari sendiri telah lama dikaitkan dengan tema cinta dan relasi, sebagaimana dicatat History.com.

Bentuk perayaan modern Valentine diperkirakan mulai berkembang di Inggris pada pertengahan abad ke-17, bertepatan dengan tradisi menyambut musim semi.

Baca juga: Bagikan Foto Bareng Pasangan saat Valentine! Ini Link Twibbon Hari Kasih Sayang Buat Share di Medsos

Sosok Santo Valentine dan Peran Gereja

Sejumlah sejarawan meyakini akar Valentine berasal dari peringatan keagamaan yang ditetapkan Gereja Katolik pada 496 M untuk mengenang Santo Valentine.

Menurut Britannica, Santo Valentine dikenal sebagai pelindung para kekasih, penderita epilepsi, serta peternak lebah.

Ada pula teori yang menyebutkan bahwa Gereja Katolik menempatkan peringatan ini pada pertengahan Februari untuk menggantikan festival pagan yang lebih dulu ada.

Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I melarang perayaan Lupercalia, sebuah festival Romawi Kuno yang sarat unsur pagan dan kemudian kerap dikaitkan dengan lahirnya peringatan Santo Valentine.

Lupercalia, Festival Kesuburan Romawi

Sebelum dikenal sebagai hari cinta, pertengahan Februari di Roma kuno diramaikan festival Lupercalia.

Perayaan ini merupakan ritual kesuburan yang melibatkan pengorbanan hewan dan pesta untuk menghormati Faunus, dewa pertanian Romawi, serta Romulus dan Remus sebagai pendiri Roma.

Dalam tradisinya, pria dan wanita dipasangkan melalui undian, dan beberapa di antaranya berlanjut hingga pernikahan.

Seiring melemahnya pengaruh paganisme di Kekaisaran Romawi, Lupercalia perlahan berubah menjadi perayaan bernuansa Kristen yang menghormati Santo Valentine.

Awal Tradisi Kartu Valentine

Tradisi bertukar pesan cinta tidak langsung hadir dalam bentuk kartu seperti saat ini.

Catatan bernuansa Valentine mulai muncul pada 1500-an, menurut Britannica.

Memasuki pertengahan abad ke-18, kebiasaan bertukar pesan dan tanda kasih kecil semakin populer di berbagai kalangan masyarakat.

Di Amerika Serikat, kartu Valentine komersial pertama dicetak pada 1840-an oleh Esther A. Howland yang kemudian dijuluki “Ibu Valentine”.

Howland memproduksi kartu secara massal dengan hiasan renda, pita, dan gambar berwarna yang dikenal sebagai “scrap”, sebagaimana dicatat History.com.

Dari Surat Tangan ke Produksi Massal

Pada awal 1900-an, kartu cetak mulai menggantikan surat tulisan tangan seiring kemajuan teknologi percetakan.

Ilustrasi Cupid, sosok malaikat kecil bersayap dengan panah, menjadi simbol yang populer pada kartu Valentine.

Perusahaan yang kemudian dikenal sebagai Hallmark turut mendorong produksi massal kartu ucapan tersebut.

Bahkan, Hallmark memperkirakan sekitar 145 juta kartu Valentine dikirim setiap tahun, menjadikannya hari raya dengan pengiriman kartu terbanyak kedua setelah Natal.

Jejak Komersialisasi dan Pengaruh Sastra

Valentine modern tak lepas dari unsur komersial, mulai dari bunga, cokelat, boneka, hingga makan malam romantis.

Akar komersialisasi ini dapat ditelusuri hingga Abad Pertengahan, ketika gagasan tentang cinta romantis mulai berkembang dalam karya sastra.

Penyair Inggris Geoffrey Chaucer kerap disebut berperan dalam membentuk persepsi Valentine sebagai hari cinta.

Dalam puisinya “Parlement of Foules” yang ditulis sekitar 1375, Chaucer disebut sebagai tokoh pertama yang mengaitkan Hari Valentine dengan tradisi romantis, sebagaimana dibahas dalam kajian akademis Jack B. Oruch pada 1981.

Sejak saat itu, makna Valentine terus mengalami perubahan, dari ritual kuno hingga menjadi perayaan global yang identik dengan ungkapan kasih sayang. (*)

 


Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/02/14/081500665/kenapa-14-februari-diperingati-sebagai-hari-valentine-ini-sejarah?page=2

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved