Berita Nasional
9 Produk Herbal Mengandung Zat Obat Berbahaya, dari Penurun Berat Badan hingga Stamina Pria
Pengawasan terhadap peredaran obat bahan alam kembali menemukan pelanggaran serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/OBAT-BERBAHAYA-BPOM-mengungkap-sejumlah-temuan-di-lapangan.jpg)
Produk ini dipasarkan untuk membantu mengatasi gejala kencing manis, terbukti mengandung glibenklamid.
Potensi Dampak Kesehatan Serius
BPOM mengingatkan penggunaan bahan kimia obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Risiko yang dapat muncul meliputi gangguan jantung, kerusakan organ seperti hati dan ginjal, gangguan mental, penurunan daya tahan tubuh, gangguan penglihatan, hingga ancaman kematian.
Selain itu, pencampuran zat obat dalam produk yang dipasarkan sebagai herbal dinilai berpotensi menyesatkan masyarakat karena memberikan kesan aman dan alami.
Masyarakat Diminta Lebih Teliti Memilih Produk
Sebagai langkah pencegahan, BPOM mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas produk sebelum digunakan.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memastikan izin edar, kelengkapan label, kondisi kemasan, serta masa kedaluwarsa.
Masyarakat juga diminta menghentikan penggunaan produk yang telah dinyatakan ilegal dan segera melaporkan apabila menemukan peredarannya di pasaran.
BPOM memastikan akan terus memperketat pengawasan serta menindak pelaku usaha yang memproduksi dan mendistribusikan produk ilegal demi melindungi kesehatan masyarakat. (*)