Polemik Bansos Gorontalo
2 Nenek Tunanetra di Gorontalo Mengeluh Bansos Terhenti, Lurah Padebuolo Duga Ulah Oknum Aparat
Dua nenek kakak beradik penyandang disabilitas netra di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
"Setiap hari saya antar makanan kalau ada kelebihan," kata Ning sambil menyalin makanan yang dibawanya. Menurutnya, kedua nenek itu kini hanya bisa pasrah di rumah, berharap uluran tangan dari lingkungan sekitar.
"Saya sudah lama tinggal bertetangga dengan mereka, jadi saya tahu persis kondisi mereka," ujarnya.
Tanggapan Pihak Kelurahan
Merespons keluhan tersebut, Lurah Padebuolo, Rosdiyati Usman, memberikan klarifikasi. Ia mengaku terkejut karena berdasarkan data kelurahan, kedua nenek tersebut seharusnya masih tercatat sebagai penerima bantuan prioritas.
"Jujur saya kaget, karena setahu saya, kedua ibu ini adalah prioritas utama kami," ujar Rosdiyati.
Setelah mengecek langsung ke lapangan, Rosdiyati menemukan fakta mengejutkan. Bantuan yang seharusnya menjadi hak kedua nenek tersebut ternyata tidak sampai ke tangan mereka.
Ia bahkan sempat tertegun dan saling lirik dengan pegawai kelurahan lainnya saat mengetahui kenyataan di lokasi.
Seharusnya, mereka menerima bantuan dari berbagai sumber, termasuk Baznas dan program Karsa. Rosdiyati menduga persoalan ini berkaitan dengan ulah oknum aparat kelurahan di masa lalu.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, saat penyaluran bantuan di kantor kelurahan, mereka sempat diminta menunggu lama lalu disuruh pulang, namun bantuan tak kunjung diserahkan.
Ia juga mengungkap adanya praktik perwakilan pengambilan bantuan yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai contoh, bantuan sembako dari Baznas tercatat atas nama kedua nenek tersebut, namun pengambilannya diwakilkan oleh orang lain dan tidak pernah disalurkan kepada yang bersangkutan.
"Informasinya, bantuan biasanya dititipkan kepada oknum tertentu sebagai perwakilan, tapi tidak sampai ke mereka," jelasnya.
Selain itu, keduanya sebenarnya terdaftar dalam program bantuan makanan dari Dinas Sosial setiap Senin hingga Kamis. Namun, untuk periode Januari dan Februari, program tersebut memang sedang dalam tahap penyesuaian anggaran.
Rosdiyati menegaskan bahwa Aisyah dan Hapisah akan tetap menjadi prioritas utama di Kelurahan Padebuolo.
Ia menjamin bahwa bantuan-bantuan mendatang akan dikawal ketat agar langsung diterima oleh keduanya, mengingat keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang mereka alami.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)