Berita Nasional
Siswa SD di Minahasa Utara Viral Belajar Duduk di Lantai, Ini Penjelasan Sekolah
Video yang memperlihatkan puluhan siswa sekolah dasar mengikuti pelajaran tanpa meja dan kursi menjadi perbincangan di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BELAJAR-DI-LANTAI-Jadi-sorotan-di-sosial-media-sosmed.jpg)
Ringkasan Berita:
- Video siswa SD Inpres Klabat di Minahasa Utara belajar dengan duduk di lantai viral di media sosial.
- Kondisi tersebut terjadi karena ruang kelas sedang menjalani proses revitalisasi sehingga meja dan kursi dipindahkan sementara.
- Pihak sekolah memastikan proses belajar akan kembali normal setelah renovasi selesai dalam waktu dekat.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Video yang memperlihatkan puluhan siswa sekolah dasar mengikuti pelajaran tanpa meja dan kursi menjadi perbincangan di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di SD Inpres Klabat, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah siswa kelas VI mengenakan seragam batik dan celana merah duduk langsung di lantai berubin putih saat proses belajar mengajar berlangsung.
Video tersebut dibagikan oleh salah satu orang tua siswa kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Kamis (5/2/2026).
Kejadian itu berlangsung pada Rabu (4/2/2026) dan melibatkan 26 siswa yang tetap mengikuti kegiatan belajar meski ruang kelas belum dapat digunakan secara normal.
SD Inpres Klabat sendiri berada di Kelurahan Klabat, sekitar 20 kilometer dari Airmadidi sebagai ibu kota Kabupaten Minahasa Utara dan kurang lebih 30 kilometer dari Kota Manado.
Belakangan diketahui, kondisi siswa belajar di lantai terjadi karena ruang kelas mereka sedang dalam proses perbaikan melalui program revitalisasi sekolah.
Selama pengerjaan berlangsung, meja dan kursi dipindahkan sementara dari ruangan tersebut.
Situasi tersebut memicu reaksi dari sejumlah orang tua siswa.
Baca juga: Digerebek! Arena Judi Sabung Ayam di Marisa Diratakan Petugas, Ada yang Dibakar
Mereka mendatangi sekolah setelah mengetahui anak-anak mereka harus belajar tanpa fasilitas belajar yang memadai.
Salah satu orang tua siswa, Farida, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.
Ia mempertanyakan pelaksanaan renovasi yang dinilai belum rampung meskipun disebut menggunakan anggaran yang cukup besar.
Menurut Farida, para orang tua berharap proses renovasi dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung dengan fasilitas yang layak.
Ia juga menyoroti kondisi pakaian anak-anak yang menjadi kotor setelah belajar dengan duduk di lantai.