Sosok Wamenkeu
Wamenkeu Segera Dilantik Presiden Prabowo, Siapa Pengganti Thomas Djiwandono?
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal melantik pejabat baru guna menggantikan Thomas Djiwandono yang telah resmi berpindah tugas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/PURBAYA.jpg)
Prosesi ini nantinya direncanakan akan disatukan dengan agenda kenegaraan lainnya. Selain pelantikan Wamenkeu, agenda di Istana Negara juga akan mencakup pembacaan sumpah Adies Kadir yang akan mengemban amanah sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Meskipun nama-nama kandidat sudah mulai beredar di kalangan terbatas, Mensesneg masih menutup rapat identitas sang calon. Ia meminta publik bersabar hingga Presiden Prabowo sendiri yang memperkenalkannya ke hadapan media.
Siapa Kandidat Wamenkeu?
Kepergian Thomas Djiwandono ke Bank Indonesia memunculkan spekulasi mengenai adanya "tukar guling" talenta antara otoritas fiskal dan moneter.
Thomas yang memiliki latar belakang kuat di bidang investasi, kini beralih menjaga stabilitas moneter di BI.
Di sisi lain, nama Juda Agung mencuat sebagai kandidat paling potensial untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Thomas.
Isu ini semakin menguat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif mengenai kapasitas sang calon.
Purbaya tidak menampik bahwa komunikasi telah dijalin dengan Juda Agung.
Sebagai pimpinan di Kemenkeu, ia membutuhkan sosok yang tidak hanya mengerti teori ekonomi, tetapi juga praktisi yang paham seluk-beluk stabilitas keuangan.
"Kelihatannya (Juda Agung). Saya sudah ketemu dengan beliau dan kelihatannya dia salah satu calon yang kuat," tutur Purbaya dalam sebuah pertemuan di Jakarta Pusat baru-baru ini.
Pernyataan Purbaya ini seolah mengonfirmasi bahwa kriteria Wamenkeu baru haruslah sosok yang "siap pakai" dan memiliki rekam jejak yang mumpuni di level internasional maupun domestik.
Juda Agung bukanlah nama asing di dunia keuangan Indonesia. Saat ini, ia masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2022–2027, sebuah posisi yang menuntut ketajaman analisis makro yang luar biasa.
Karier Juda di Bank Indonesia dimulai sejak tahun 1991. Perjalanan panjang selama lebih dari tiga dekade tersebut membawanya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari urusan riset hingga kebijakan makroprudensial.
Salah satu poin plus yang dimiliki Juda adalah pengalamannya di kancah global.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili kelompok negara Asia Tenggara (South-East Asia Voting Group).
Pengalaman di IMF tersebut dianggap sangat berharga bagi Kementerian Keuangan. Dengan tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu, Wamenkeu baru diharapkan mampu membawa perspektif internasional dalam merumuskan kebijakan dalam negeri.