Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
ATR 42-500: Semua Penumpang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup, Identifikasi Jenazah Masih Berlangsung
Seluruh korban ATR 42-500 di Bulusaraung berhasil ditemukan. Operasi SAR ditutup, proses identifikasi jenazah masih berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tim-SAR-gabungan-mengamankan-kantung-jenazah-korban.jpg)
Ringkasan Berita:
- Semua 10 korban (7 kru, 3 penumpang) ditemukan; operasi ditutup Jumat (23/1/2026) malam.
- Proses 7 hari melibatkan udara, darat, dan laut; cuaca ekstrem sempat menghambat evakuasi.
- Tiga jenazah teridentifikasi, tujuh lainnya masih dalam proses; black box & beberapa komponen pesawat sudah ditemukan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Insiden yang menimpa pesawat ATR milik Indonesia Air Transport ini menambah daftar kecelakaan transportasi udara di Indonesia.
Baca juga: Target 18 Juta KPM! Mensos Gus Ipul Umumkan Detail Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026
Setidaknya, empat pesawat mengalami insiden serupa di beberapa wilayah dalam setahun terakhir, termasuk Helikopter BK117-D3 milik Eastindo yang hilang kontak di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada 1 September 2025.
Terbaru, pesawat ATR 42-500 yang mengangkut 10 orang jatuh di lereng Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026).
Bulusaraung merupakan bagian dari kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) dengan ketinggian ±1.353 mdpl.
Baca juga: Update Harga Emas 24 Januari 2026: Galeri24 dan UBS di Pegadaian Tetap Stabil
Semua korban, yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang, berhasil ditemukan.
Tiga korban telah teridentifikasi, sementara bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup pada Jumat (23/1/2026) malam.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Muda Mohammad Syafii, mengatakan, “Sesuai komitmen kami, pada hari ketujuh dilakukan evaluasi menyeluruh.
Setelah dikonfirmasi kepada seluruh unsur yang terlibat, maka pada malam ini operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 kami nyatakan selesai,” saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, dikutip Tribun-Timur.com.
Baca juga: Gitaris Gelar Konser Amal untuk Negeri: Donasi untuk Pemulihan Sumatera
Proses Evakuasi
Syafii menjelaskan bahwa pencarian dilakukan melalui dua unsur utama, yakni unsur udara dan darat, dengan dukungan unsur laut.
Selama tujuh hari operasi, Basarnas bersama TNI mengerahkan pesawat dan helikopter sebanyak 21 penerbangan untuk pencarian.
Di darat, operasi melibatkan personel lintas instansi dari tiga matra TNI serta unsur kepolisian.
Syafii menambahkan, “Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan TNI, baik darat, laut, maupun udara, serta seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini.”
Cuaca Jadi Kendala Utama
Kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan selama operasi.
Pada hari pertama, pencarian terhambat hujan lebat.
Korban pertama baru ditemukan pada hari kedua, dan korban kedua pada hari ketiga.
Evakuasi baru bisa dilakukan tiga hari setelah penemuan akibat cuaca buruk.
Upaya modifikasi cuaca hanya menurunkan intensitas hujan sekitar 30 persen per hari, sehingga operasi udara tetap terbatas.
Baca juga: Cukup Pakai KTP, Cek Status Penerima Bansos Kemensos Januari 2026 di cekbansos.kemensos.go.id
“Baru pada hari ketujuh, cuaca cukup baik dan operasi dapat dilakukan secara optimal,” jelas Syafii, alumnus Akademi Angkatan Udara 1991.
Penyerahan Jenazah
Tim SAR menyerahkan 11 kantung jenazah secara bertahap kepada Tim DVI Polri hingga hari ketujuh operasi.
Tiga korban yang teridentifikasi: Deden Maulana (KKP), Florencia Lolita Wibisono (pramugari), dan Esther Aprilita (pramugari).
Tujuh korban lainnya masih dalam proses identifikasi, terdiri dari lima kru pesawat dan dua pegawai PSDKP KKP.
Baca juga: 7 Berita Populer: Tambang Ilegal, Emas Melimpah, Budaya Kopi, hingga PAW DPRD Jadi Sorotan
Kondisi Puing Pesawat
Puing yang tersisa di Bulusaraung tidak dapat dievakuasi seluruhnya karena medan terjal dan cuaca ekstrem.
Kepala Basarnas menyatakan pihaknya siap membantu KNKT jika dibutuhkan.
Selain korban, black box dan beberapa komponen pesawat sudah ditemukan dan diserahkan.
Syafii menegaskan, “Cukup dari bukti-bukti itu untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan investigasi.”
Baca juga: Hanya 3 Hari! Promo JSM 23 Januari 2026: Minyak Goreng Hemat, Beras Murah, dan Diskon Sabun Cuci
Black box berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam data teknis penerbangan dan percakapan pilot, digunakan untuk menganalisis penyebab kecelakaan.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT hilang kontak saat terbang dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu pagi (17/1/2026).
Semua korban ditemukan dalam kondisi meninggal. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Ditutup: Semua Korban Ditemukan, Identifikasi Masih Berlangsung
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.