Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
ATR 42-500: Semua Penumpang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup, Identifikasi Jenazah Masih Berlangsung
Seluruh korban ATR 42-500 di Bulusaraung berhasil ditemukan. Operasi SAR ditutup, proses identifikasi jenazah masih berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tim-SAR-gabungan-mengamankan-kantung-jenazah-korban.jpg)
Kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan selama operasi.
Pada hari pertama, pencarian terhambat hujan lebat.
Korban pertama baru ditemukan pada hari kedua, dan korban kedua pada hari ketiga.
Evakuasi baru bisa dilakukan tiga hari setelah penemuan akibat cuaca buruk.
Upaya modifikasi cuaca hanya menurunkan intensitas hujan sekitar 30 persen per hari, sehingga operasi udara tetap terbatas.
Baca juga: Cukup Pakai KTP, Cek Status Penerima Bansos Kemensos Januari 2026 di cekbansos.kemensos.go.id
“Baru pada hari ketujuh, cuaca cukup baik dan operasi dapat dilakukan secara optimal,” jelas Syafii, alumnus Akademi Angkatan Udara 1991.
Penyerahan Jenazah
Tim SAR menyerahkan 11 kantung jenazah secara bertahap kepada Tim DVI Polri hingga hari ketujuh operasi.
Tiga korban yang teridentifikasi: Deden Maulana (KKP), Florencia Lolita Wibisono (pramugari), dan Esther Aprilita (pramugari).
Tujuh korban lainnya masih dalam proses identifikasi, terdiri dari lima kru pesawat dan dua pegawai PSDKP KKP.
Baca juga: 7 Berita Populer: Tambang Ilegal, Emas Melimpah, Budaya Kopi, hingga PAW DPRD Jadi Sorotan
Kondisi Puing Pesawat
Puing yang tersisa di Bulusaraung tidak dapat dievakuasi seluruhnya karena medan terjal dan cuaca ekstrem.
Kepala Basarnas menyatakan pihaknya siap membantu KNKT jika dibutuhkan.
Selain korban, black box dan beberapa komponen pesawat sudah ditemukan dan diserahkan.
Syafii menegaskan, “Cukup dari bukti-bukti itu untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan investigasi.”
Baca juga: Hanya 3 Hari! Promo JSM 23 Januari 2026: Minyak Goreng Hemat, Beras Murah, dan Diskon Sabun Cuci
Black box berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam data teknis penerbangan dan percakapan pilot, digunakan untuk menganalisis penyebab kecelakaan.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT hilang kontak saat terbang dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu pagi (17/1/2026).
Semua korban ditemukan dalam kondisi meninggal. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Ditutup: Semua Korban Ditemukan, Identifikasi Masih Berlangsung