Kasus Korupsi Gorontalo
Eks Bupati Bone Bolango Gorontalo Hamim Pou Kembali ke Lapas, Jalani Vonis 3 Tahun
Mantan Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, kembali dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo. Ia pun resmi berstatus sebagai napi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/VONIS-LEPAS-Hamim-Pou-divonis-lepas-oleh-Hakim-lantaran-perbuatannya.jpg)
**Catatan Redaksi: Judul berita ini telah diedit. Vonisdari 5,2 tahun jadi 3 tahun. Sebelumnya penafsiran 5,2 tahun berdasarkan denda yang disebutkan Mahkamah Agung.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Mantan Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, kembali dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo Kelas II A Gorontalo.
Ia pun resmi berstatus sebagai narapidana (napi) setelah putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia berkekuatan hukum tetap.
Hamim Pou dieksekusi ke Lapas Gorontalo pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 18.40 Wita.
Penahaanan ini menyusul putusan kasasi Mahkamah Agung tertanggal 19 November 2025 dengan nomor perkara 11496 K/Pid.Sus/.
Putusan Kasasi MA Batalkan Vonis Bebas PN Tipikor
Dalam amar putusan kasasi tersebut, Majelis Hakim Agung yang diketuai Jupriyadi, S.H., M.Hum., secara tegas membatalkan Putusan Pengadilan Tipikor PN Gorontalo Nomor 4/Pid.Sus-TPK/2025/PN Gto yang sebelumnya menyatakan Hamim Pou tidak bersalah.
Mahkamah Agung menyatakan Dr. Hamim Pou, S.Kom., M.H., terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, sebagaimana melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
Dalam putusan tersebut, MA menjatuhkan:
- Pidana penjara selama 3 (tiga) tahun
- Pidana denda sebesar Rp200 juta, dengan ketentuan subsidair 2 bulan kurungan
- Pidana uang pengganti sebesar Rp152.500.000
- Apabila uang pengganti tidak dibayarkan dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terpidana akan disita dan dilelang. Jika tidak mencukupi, diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun.
Dengan demikian, total pidana yang harus dijalani Hamim Pou mencapai 5 tahun 2 bulan penjara.
Riwayat Penahanan dan Kondisi Kesehatan
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Kasdin Lato menjelaskan bahwa Hamim Pou sebelumnya sempat menjalani masa penahanan selama 8 hari pada 7 April 2025, sebelum berstatus sebagai tahanan kota.
Baca juga: Inilah Skema Baru Haji 2026, Solusi Atasi Kepadatan Muzdalifah dan Mina
Setelah dilakukan konversi masa tahanan, tercatat pengurangan hukuman selama 147 hari, termasuk perhitungan tambahan 30 hari dan 38 hari sesuai ketentuan.
"Setibanya di Lapas Gorontalo, Hamim Pou langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis klinik lapas," ungkap Kasdin.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah mencapai 200, sehingga yang bersangkutan untuk sementara ditempatkan di ruang perawatan inap guna observasi medis.
“Untuk sementara dilakukan observasi pengawasan. Jika berdasarkan penilaian dokter membutuhkan perawatan lanjutan, maka akan dirujuk sesuai prosedur,” kata Kasdin.
Hamim Pou juga akan menjalani masa pengenalan lingkungan (mapenaling) dengan durasi paling singkat hingga 30 hari, sebelum penilaian lebih lanjut terkait penempatan dan pembinaan.
Sempat Dibebaskan PN Tipikor
Sebelumnya, PN Tipikor Gorontalo sempat memvonis bebas Hamim Pou pada Rabu, 23 Juli 2025.
Dalam putusan tersebut, Majelis Hakim menilai bahwa bantuan sosial untuk masjid, mahasiswa, dan kampus telah disalurkan, tanpa adanya potongan maupun kepentingan politik.
Majelis Hakim PN Tipikor kala itu menyatakan negara tidak dirugikan, serta perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur perbuatan melawan hukum.
Namun, putusan tersebut kemudian dianulir oleh Mahkamah Agung melalui mekanisme kasasi.
Perkara ini sendiri telah diselidiki sejak 2013, berstatus P21 pada Oktober 2024, dengan nilai dugaan kerugian negara berdasarkan audit BPKP sebesar Rp1,7 miliar.
Lapas Gorontalo Masih Overkapasitas
Sementara itu, Lapas Gorontalo saat ini masih mengalami overkapasitas.
Dari daya tampung ideal 330 orang, jumlah warga binaan mencapai 599 orang.
Sepanjang tahun lalu, sekitar 200 warga binaan telah didistribusikan ke Lapas Boalemo dan Pohuwato untuk mengurangi kepadatan.
“Rata-rata jumlah warga binaan sepanjang 2025 berada di angka 568 orang. Januari sempat menurun karena integrasi dan pembebasan bersyarat, namun kini kembali meningkat menjadi 599 orang,” jelas pihak Lapas.
Hamim Pou tercatat sebagai narapidana baru yang dieksekusi masuk Lapas Gorontalo pasca putusan kasasi Mahkamah Agung.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.