Pesawat Hilang Kontak
Nama-nama 10 Korban Pesawat Jatuh di Pangkep Sulsel, Ada 3 Penumpang
Setelah dinyatakan hilang kontak, daftar 10 orang yang berada di dalam pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-puing-pesawat-jatuh.jpg)
Florencia Lolita (Flight Attendant)
Esther Aprilitas (Flight Attendant)
Penumpang/Personel KKP (3 Orang)
Deden (Staf KKP)
Ferry (Staf KKP)
Yoga (Staf KKP)
Kronologi Penemuan Serpihan
Penemuan serpihan badan pesawat dilaporkan pertama kali pada pukul 08.30 WITA di sekitar koordinat 04°55’45,2” S 119°4'52,91”E.
Area ini merupakan wilayah yang sangat sulit dijangkau karena berada di puncak perbukitan tinggi.
Kepala Basarnas Makassar, M. Arif, menjelaskan bahwa serpihan yang ditemukan mencakup jendela, bagian ekor, serta potongan badan pesawat.
Temuan ini tersebar di sisi utara, barat, dan selatan dari titik koordinat pencarian awal, yang mengindikasikan adanya benturan keras saat pesawat jatuh.
"Tim Pasgat TNI AU berjumlah 6 orang telah melakukan air landed atau diterjunkan langsung di puncak gunung menggunakan helikopter untuk menjangkau lokasi serpihan," ujar Arif dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).
Tantangan Medan Pegunungan Karst
Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan Gunung Bulusaraung, sebuah area pegunungan karst yang memiliki ketinggian 1.353 Meter Di Atas Permukaan Laut (MDPL). Kawasan ini secara administratif masuk dalam wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
Medan di lokasi ini dikenal sangat ekstrem dengan vegetasi hutan basah Karaengta yang lebat. Akses darat menuju lokasi memerlukan waktu tempuh yang lama dan kemampuan fisik yang prima bagi tim penyelamat.
Basarnas menyebutkan bahwa jarak lokasi kecelakaan sekitar 21 km dari ibu kota Pangkep (Pangkajene) dan sekitar 26 km dari Kabupaten Maros. Area ini juga merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung yang memiliki kontur tebing terjal.
Misi Patroli Maritim KKP
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport ini diketahui tengah disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat turboprop tersebut biasanya digunakan untuk mendukung kegiatan patroli maritim dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.