Peristiwa Terkini
Berangkat ke RS Tanpa Uang, Ibu Hamil 9 Bulan Malah Lahiran Anak ke-5 di Musala
Seorang ibu rumah tangga di Palembang, Sumatera Selatan, harus melewati momen paling genting dalam hidupnya di tempat yang tak pernah ia bayangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MELAHIRKAN-DI-MUSALA-Wanita-bernama-Nuraini-dibantu-warga-melahirkan-di-Musala-Al-Ikhlas.jpg)
Ia kemudian dipapah ke teras Musala Al Ikhlas yang berada tak jauh dari lokasi.
Tanpa perlengkapan medis, tanpa bidan, dan hanya beralaskan kain seadanya, Nuraini akhirnya melahirkan di teras musala dengan bantuan warga sekitar.
Sekitar 15 menit kemudian, seorang bayi perempuan lahir dengan selamat.
Tangisan sang bayi menjadi satu-satunya penguat di tengah rasa sakit, malu, dan kepasrahan yang dirasakan Nuraini.
“Begitu dengar anak saya menangis, saya langsung menangis juga. Rasanya campur aduk,” katanya lirih.
Nuraini mengungkapkan, persoalan administrasi juga menjadi penghambat.
Pernikahannya belum tercatat secara resmi karena urusan surat nikah yang belum selesai. Kondisi itu membuatnya kesulitan mengurus KIS.
“Kami sudah berusaha mengurus, tapi belum selesai sampai sekarang,” ujarnya.
Dengan suami yang sedang tidak bekerja dan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, Nuraini berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu keluarganya melewati masa sulit ini.
Wali Kota Palembang Tegaskan Tak Boleh Ada Pasien Ditolak
Peristiwa melahirkan di teras musala tersebut memicu perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Video berdurasi sekitar 53 detik itu memperlihatkan Nuraini melahirkan secara normal dibantu warga.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan agar seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Palembang tidak menolak pasien dengan alasan apa pun.
“Walaupun hanya membawa KTP, pasien tidak boleh ditolak. Semua layanan kesehatan gratis,” tegas Ratu Dewa, Selasa (13/1/2026).
Ia menyatakan Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat pelayanan kesehatan, mulai dari peningkatan fasilitas puskesmas, penyediaan dokter spesialis, hingga penambahan armada ambulans.
Menurut Ratu Dewa, kesehatan dan pendidikan merupakan dua pilar utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat.