Kriminal Nasional
Detik-detik Polisi Nyamar jadi Badut Demi Ringkus Raja Curanmor
Dikenal sulit tertangap, terduga spesialis pencurian kendaraan bermotor di wilayah Palembang, tertangkap juga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RAJA-CURANMOR-PALEMBANG-Pelaku-Saat-Diamankan-di-Polrestabes-Palembang.jpg)
Ringkasan Berita:
- Jodi Iskandar (26), yang dikenal sebagai Raja Curanmor Palembang, akhirnya ditangkap setelah berkali-kali lolos dari kejaran polisi.
- Penangkapan dilakukan dengan strategi penyamaran, di mana petugas mengenakan kostum badut untuk mendekati pelaku.
- Jodi tercatat telah lima kali keluar masuk penjara dan diduga mencuri 255 sepeda motor di puluhan lokasi.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dikenal sulit tertangap, terduga spesialis pencurian kendaraan bermotor di wilayah Palembang, tertangkap juga.
Terduga pelaku ini sehari-hari dipanggil Jodi Iskandar (26) dan dikenal luas sebagai “Raja Curanmor” karena rekam jejak kriminalnya yang berulang.
Pelaku diketahui bukan wajah baru bagi kepolisian. Jodi tercatat telah keluar-masuk penjara sebanyak lima kali.
Baca juga: Bansos 2026: Panduan Lengkap Mendaftar dan Mengusulkan Penerima Baru
Ia juga diduga terlibat dalam pencurian di sedikitnya 55 lokasi berbeda, dengan total motor hasil curian mencapai 255 unit.
Keberhasilan penangkapan ini tidak lepas dari peran dua perwira polisi yang menjadi aktor utama di balik operasi tersebut.
Mereka adalah Kanit Ranmor Polrestabes Palembang Iptu Jhoni Palapa, yang dikenal dengan julukan “Si Peci Merah”, serta Ipda Gadik Pratama, Kasubnit Ospnal Ranmor sekaligus lulusan Akademi Kepolisian tahun 2022.
Iptu Jhoni Palapa memimpin langsung Satuan Tugas Tim Berguyur Bae yang selama ini memburu jaringan curanmor di Palembang.
Sementara Ipda Gadik menjadi motor penggerak lapangan dalam operasi intelijen yang akhirnya mengakhiri pelarian Jodi.
Upaya penangkapan terhadap Jodi bukan perkara mudah.
Selama satu pekan penuh, tim Ranmor melakukan penyelidikan intensif untuk memetakan pergerakan pelaku.
Informasi yang diperoleh mengarah pada satu lokasi, yakni rumah pacar Jodi, tempat ia kerap menghabiskan waktu.
Kesempatan emas datang saat pelaku diketahui sedang “ngapel” di rumah tersebut.
Namun situasi di lapangan tidak sepenuhnya kondusif karena di sekitar lokasi tengah berlangsung acara pernikahan, membuat petugas harus bertindak ekstra hati-hati.
Menurut Ipda Gadik, Jodi termasuk pelaku yang sangat waspada.
| Jual Bayi Perempuan Rp 52 Juta, Ayah di Palembang Akui Terdesak Biaya Sekolah Anak |
|
|---|
| Serang Anggota Brimob Pakai Panah Wayer, Pemuda 21 Tahun Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Nekat! Perempuan Lempari Toko Perhiasan dengan Bom Molotov dan Bawa Kabur 1 Kg Emas |
|
|---|
| Polisi Tangkap Menantu Diduga Tikam Leher Mertua hingga Meninggal |
|
|---|
| Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon Akhirnya Ditangkap |
|
|---|