Rakernas PDIP
Bukan Soal Kekuasaan, Ini yang Dipuji Rocky dari Pidato Megawati di Rakernas PDIP
Pengamat politik Rocky Gerung menyampaikan kesan positif terhadap pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RAKERNAS-PDIP-Reocky-Gerung-usai-menghadiri-Rapat-Kerja-Nasional.jpg)
Lebih dari itu, persoalan itu disampaikan sebagai persoalan etika dan tanggung jawab manusia terhadap kehidupan.
Rocky menyebut bahwa ajakan Megawati agar Indonesia tampil sebagai pelopor dalam menjaga keberlanjutan alam terasa relevan dengan situasi global saat ini.
Menurutnya, krisis lingkungan semakin nyata dan berdampak luas pada kehidupan sosial serta ekonomi.
Lebih jauh, Rocky menggarisbawahi pesan Megawati tentang solidaritas kemanusiaan.
Menurutnya, gagasan mengenai persahabatan antarindividu dan antarbangsa diletakkan sebagai fondasi peradaban yang harus terus dijaga dan diperkuat.
Pesan itu, kata Rocky, juga diarahkan sebagai kompas ideologis bagi kader-kader PDI-P dalam menjalankan peran politik mereka.
Walaupun Megawati tidak menyampaikan arahan politik praktis secara gamblang, Rocky menilai pidato tersebut justru sarat muatan politik dalam arti yang lebih luas.
Ia melihat Megawati ingin menegaskan bahwa politik tidak hanya berkisar pada perebutan kekuasaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral terhadap dunia.
Rocky bahkan menggambarkan pidato itu sebagai ekspresi kegelisahan Megawati terhadap tatanan global yang dinilai semakin rusak oleh arogansi negara-negara kuat, termasuk Amerika Serikat di bawah Donald Trump.
Dalam pandangannya, Megawati sedang menunjukkan bahwa ia memahami politik, tetapi memilih menempatkan kepentingan kemanusiaan dan keteraturan dunia sebagai prioritas yang lebih tinggi. (*)