Berita Sulutgo
Mahasiswa Tewas Dikeroyok dan Ditikam di Sangihe, Dua Terduga Pelaku Ditangkap
Seorang mahasiswa bernama Fernandito Balango meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan dan penikaman di Kabupaten Kepulauan Sangihe,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KORBAN-Kolase-foto-kiri-pelaku-ditangkap-dan-foto-kanan-korban-mahasiwa.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang mahasiswa bernama Fernandito Balango meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan dan penikaman di Kelurahan Soataloara II, Tahuna, Sangihe.
- Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk yang dideritanya.
- Polisi telah mengamankan dua terduga pelaku dan masih mendalami kasus tersebut.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang mahasiswa bernama Fernandito Balango meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan dan penikaman di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Peristiwa tragis itu terjadi di Kelurahan Soataloara II, Kecamatan Tahuna, pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 00.30 Wita.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, luka tusuk yang dialaminya membuat nyawa Fernandito tidak dapat diselamatkan.
Ungkapan Duka untuk Korban
Kepergian Fernandito Balango meninggalkan duka mendalam, terutama bagi kerabat dan teman-temannya. Ungkapan belasungkawa ramai disampaikan melalui media sosial.
Salah satu unggahan datang dari akun Facebook Reski Macpal yang menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya korban.
Ungkapan serupa juga disampaikan oleh akun Victoria Christine Boham yang mengenang Fernandito sebagai sosok ramah, mudah menyapa, dan dikenal senang bercanda.
Kronologi Kejadian
Kasus penganiayaan ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/8/I/2026/SPKT/Polres Kepulauan Sangihe/Polda Sulawesi Utara.
Laporan dibuat oleh Zinta Sampaleng (22), seorang mahasiswa yang menjadi saksi awal peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula saat pelapor bersama dua terduga pelaku melintas di Jalan Soataloara II dan berhenti di tepi jalan akibat cekcok.
Pada saat bersamaan, Fernandito Balango melintas menggunakan sepeda motor dan berhenti setelah melihat keributan.
Situasi kemudian berkembang menjadi perkelahian. Korban diduga dikeroyok oleh dua orang pelaku.
Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian pinggang kiri, yang diduga akibat senjata tajam jenis pisau.
Korban lalu dievakuasi menggunakan mobil dinas Koramil Tahuna menuju rumah sakit.
Meski sempat mendapat penanganan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Dua Terduga Pelaku Diamankan
Jajaran Polsek Tamako bergerak cepat setelah menerima informasi terkait kejadian tersebut sekitar pukul 03.00 Wita.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polres Kepulauan Sangihe, diketahui bahwa terduga pelaku berasal dari Kampung Nagha II, Kecamatan Tamako.
Kapolsek Tamako AKP Meldy Roring memimpin langsung upaya penjemputan terhadap dua terduga pelaku yang masing-masing berinisial AES (24) dan MNK (27). Keduanya merupakan warga Lingkungan III Kampung Nagha II.
Kedua terduga pelaku kini telah diamankan di Mako Polsek Tamako untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi juga memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan terkendali.
Sementara itu, penyidik Polres Kepulauan Sangihe masih melakukan pendalaman kasus, termasuk melengkapi keterangan saksi serta memastikan peran masing-masing pihak dalam insiden yang merenggut nyawa korban. (*)
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.