Khazanah Islam
Belum Qadha Puasa? Ramadan 1447 H Jatuh Februari, Ini Niat dan Tata Caranya
Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh Februari 2026. Umat Islam diimbau mempersiapkan diri, termasuk menyelesaikan kewajiban puasa qadha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Buka-Puasa-Apa-artinya-ternyata-hari-ini-anda-mimpi-puasa.jpg)
Perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah bukanlah hal baru dan kerap terjadi di Indonesia.
Meski demikian, umat Islam diimbau untuk tetap saling menghormati perbedaan tersebut serta menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Baca juga: Ramadan 2026 Hampir Tiba, Segera Lunasi Utang Puasa: Ini Batas Waktu dan Niat Qadhanya
Pentingnya Menyambut Ramadan dengan Persiapan Ibadah
Menjelang datangnya bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai persiapan, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Salah satu persiapan penting yang kerap luput dari perhatian adalah menyelesaikan kewajiban puasa yang tertinggal pada Ramadan tahun sebelumnya.
Bagi umat Islam yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit, bepergian jauh, hamil, menyusui, atau kondisi lainnya yang dibenarkan syariat, diwajibkan untuk menggantinya dengan puasa qadha atau membayar fidyah sesuai ketentuan.
Puasa qadha merupakan puasa pengganti yang dilaksanakan di luar bulan Ramadan pada hari-hari yang diperbolehkan untuk berpuasa.
Kewajiban ini harus ditunaikan sebelum datangnya Ramadan berikutnya, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan
Dalam melaksanakan puasa qadha, umat Islam diwajibkan untuk berniat. Niat puasa qadha Ramadan dapat dilafalkan sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: Aku berniat mengganti puasa Ramadan besok hari karena Allah SWT.
Niat puasa qadha sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum fajar, sebagaimana ketentuan puasa wajib pada umumnya.
Lupa Jumlah Utang Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?
Dalam praktiknya, tidak sedikit umat Islam yang lupa atau tidak yakin dengan jumlah hari puasa Ramadan yang ditinggalkan pada tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini kerap menimbulkan kebingungan, terutama ketika ingin melunasi kewajiban puasa qadha.
Melansir dari TribunJabar.id yang mengutip dari Kompas.com, pada dasarnya puasa qadha dilakukan sesuai dengan jumlah hari puasa Ramadan yang ditinggalkan.