Bacaan Doa
Doa Saat Hujan Turun - Rahmat yang Membawa Berkah, Bukan Bencana
Turunnya hujan adalah salah satu tanda kebesaran Allah swt. Ia hadir sebagai rahmat yang menghidupkan bumi
Ringkasan Berita:
- Hujan adalah tanda kebesaran Allah, membawa kehidupan bagi bumi dan makhluk
- Namun, hujan deras bisa menjadi ujian dengan dampak banjir dan kerusakan
- Rasulullah SAW mengajarkan doa agar hujan membawa keberkahan
TRIBUNGORONTALO.COM – Turunnya hujan adalah salah satu tanda kebesaran Allah swt. Ia hadir sebagai rahmat yang menghidupkan bumi, menumbuhkan tanaman, dan memberi kehidupan bagi manusia serta makhluk lainnya.
Namun, hujan juga bisa menjadi ujian ketika turun terlalu deras dan menimbulkan banjir seperti yang terjadi di Aceh dan Sumatera beberapa waktu lalu.
Karena itu, Rasulullah saw mengajarkan doa-doa khusus agar hujan yang turun membawa keberkahan, bukan musibah.
Hujan adalah nikmat yang patut disyukuri. Tanpa hujan, bumi akan gersang, tanaman tidak tumbuh, dan kehidupan manusia serta hewan akan terganggu.
Maka, setiap kali hujan turun, kita dianjurkan untuk menyambutnya dengan doa dan rasa syukur.
Rasulullah saw memberikan teladan kepada umatnya untuk berdoa ketika hujan turun.
Doa-doa ini bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa segala sesuatu datang dari Allah, termasuk hujan yang menetes dari langit.
Doa Saat Hujan
Berikut doa saat hujan turun dilansir TribunGorontalo.com dari Nu Online, Senin (5/1/2026).
Salah satu doa yang diajarkan Nabi adalah doa agar hujan membawa keberkahan:
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.
Artinya: Wahai Tuhanku, jadikanlah hujan ini hujan yang baik kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.
Doa ini mengandung harapan agar hujan yang turun tidak sekadar membasahi bumi, tetapi juga membawa manfaat bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Dengan hujan, sawah menjadi subur, ladang menghijau, dan udara kembali bersih.
Namun, hujan yang deras dan berkepanjangan bisa menimbulkan kekhawatiran. Banjir, genangan air, hingga rusaknya fasilitas umum adalah dampak yang sering terjadi.
Karena itu, Rasulullah saw juga mengajarkan doa khusus agar hujan tidak menimbulkan mudarat.
Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan ditulis oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib. Rasulullah saw membacanya saat khutbah Jumat ketika seorang sahabat melaporkan bahwa hujan deras selama enam hari merusak harta benda dan jalan. Doa ini menjadi ikhtiar agar hujan tetap membawa berkah, bukan bencana.
Baca juga: Bacaan Doa Mohon Ampunan Allah SWT, Hati Lebih Tenang dan Jiwa Damai
Selain itu, ketika awan mendung datang, Rasulullah saw juga berdoa agar mendung tersebut membawa rahmat, bukan azab. Doanya adalah:
اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ
Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin.
Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab.
Doa-doa ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan. Hujan tetap dibutuhkan, tetapi diarahkan agar turun di tempat yang bermanfaat, bukan di pemukiman yang bisa menimbulkan bencana.
Dengan berdoa, kita menyadari bahwa manusia tidak berkuasa atas alam. Hanya Allah yang mampu mengatur turunnya hujan sesuai dengan kehendak-Nya.
Doa saat hujan turun juga menjadi pengingat bahwa segala nikmat harus disyukuri. Air yang turun dari langit adalah sumber kehidupan yang tidak bisa digantikan.
Para petani sangat bergantung pada hujan. Tanpa hujan, sawah mereka akan kering, dan hasil panen berkurang. Maka, doa agar hujan membawa berkah menjadi sangat relevan bagi mereka.
Di sisi lain, masyarakat perkotaan sering kali khawatir dengan hujan deras. Saluran air yang tersumbat, sungai yang meluap, dan sistem drainase yang buruk bisa menyebabkan banjir. Doa agar hujan tidak menimbulkan mudarat menjadi bentuk ikhtiar spiritual.
Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha lahiriah dan batiniah.
Selain berdoa, manusia juga harus berusaha memperbaiki lingkungan, menjaga sungai, dan membangun sistem drainase yang baik.
Doa saat hujan turun juga mengandung nilai pendidikan. Ia mengajarkan umat Islam untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik saat senang maupun saat khawatir.
Rasulullah saw sendiri menunjukkan rasa takut ketika melihat tanda-tanda alam yang bisa membawa bencana. Beliau segera berdoa, memohon perlindungan, dan mengajarkan umatnya untuk melakukan hal yang sama.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah membaca doa agar hujan tidak menimbulkan kerusakan ketika seorang sahabat melaporkan dampak hujan deras yang berlangsung selama enam hari.
Hal ini menunjukkan bahwa doa bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat luas. Dengan berdoa, kita berharap hujan turun di tempat yang tepat, membawa manfaat bagi semua.
Doa saat hujan turun juga bisa menjadi sarana introspeksi. Hujan yang deras bisa menjadi peringatan agar manusia tidak lalai, tidak merusak alam, dan selalu menjaga keseimbangan ekosistem.
Dalam Alquran, hujan disebut sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah. Ia diturunkan untuk menghidupkan bumi yang mati, menumbuhkan tanaman, dan memberi kehidupan bagi makhluk.
Oleh karena itu, setiap tetes hujan seharusnya menjadi pengingat akan kebesaran Allah. Doa yang kita panjatkan saat hujan turun adalah bentuk rasa syukur sekaligus permohonan agar hujan membawa kebaikan.
Di masyarakat, doa saat hujan sering dibacakan bersama-sama, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Hal ini menjadi bentuk solidaritas spiritual.
Anak-anak pun bisa diajarkan doa-doa ini sejak dini. Dengan begitu, mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa hujan adalah rahmat, sekaligus memahami bahwa doa adalah cara mendekatkan diri kepada Allah.
Doa saat hujan turun juga bisa menjadi penguat mental. Ketika banjir melanda, doa memberikan ketenangan, bahwa ada Allah yang Maha Kuasa yang bisa menolong hamba-Nya.
Selain doa, Rasulullah saw juga mengajarkan sikap tawakal. Setelah berdoa, manusia tetap harus berusaha, menjaga lingkungan, dan saling membantu ketika bencana datang.
Pada akhirnya, doa saat hujan turun adalah bentuk penghambaan yang indah. Ia mengajarkan kita untuk bersyukur atas rahmat Allah, sekaligus memohon perlindungan dari segala kemungkinan buruk.
Dengan doa, hujan tidak hanya menjadi fenomena alam, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
(Sumber: Nu Online)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-hujan-Simak-doa-saat-hujan-turun-agar-dijauhkan-dari-bencana.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.