Kebakaran Cafe Tiara
10 Karyawan Cafe Tiara Gorontalo Menganggur Sementara Pasca Kebakaran, Owner Putar Otak
Kebakaran yang melanda Cafe Tiara di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Sabtu (3/1/2026) pagi
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Potret-kebakaran-usaha-Cafe-Tiara-di-Dulomo-Selatan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kebakaran Cafe Tiara Gorontalo membuat 10 karyawan terpaksa menganggur sementara akibat operasional usaha dihentikan.
- Pemilik cafe, Jefri Kaluku, mengaku paling memikirkan nasib para pekerjanya dan putar otak agar perbaikan bisa dilakukan secepat mungkin supaya usaha kembali berjalan.
- Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta, sementara dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik di lantai dua.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kebakaran yang melanda Cafe Tiara di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Sabtu (3/1/2026) pagi, tak hanya menyisakan kerusakan bangunan dan kerugian materi, tetapi juga membuat 10 karyawan terpaksa menganggur sementara.
Pemilik Cafe Tiara, Jefri Kaluku, mengaku paling memikirkan nasib para pekerjanya yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha tersebut.
Ia tak ingin musibah kebakaran berujung pada hilangnya mata pencaharian para karyawan.
“Ada sekitar 10 karyawan di sini. Itu yang paling saya pikirkan sekarang, bagaimana supaya mereka tidak lama-lama menganggur,” ujar Jefri saat ditemui TribunGorontalo.com di lokasi kejadian.
Baca juga: Untuk Pertama Kali Sejak 1971, Somalia Duduki Kursi Ketua DK PBB
Kebakaran terjadi saat Jefri masih berada di rumah dan bersiap menghadiri acara keluarga.
Situasi berubah mendadak ketika salah satu karyawannya datang membawa kabar bahwa cafe tersebut terbakar.
“Saya sementara mandi, lagi persiapan mau pergi acara. Tiba-tiba ada karyawan datang ke rumah dan bilang kalau cafe sudah terbakar,” katanya.
Jefri langsung menuju lokasi, namun api sudah terlihat membesar dan melahap bagian atas bangunan.
“Pas saya sampai, lantai dua sudah terbakar. Api sudah cukup besar di bagian atas,” ujarnya.
Menurut Jefri, api pertama kali muncul dari lantai dua yang selama ini difungsikan sebagai kamar karyawan sekaligus gudang.
Struktur bangunan yang masih menggunakan material sederhana membuat api cepat menjalar.
“Di lantai dua itu ada kamar-kamar karyawan. Sekatnya hanya tripleks, lantainya papan kayu, jadi api cepat sekali menyebar,” jelasnya.
Selain kamar, lantai dua juga digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan usaha, mulai dari barang dagangan hingga peralatan sound system.
“Di atas itu ada barang jualan, kasur-kasur karyawan, juga gudang sound dan speaker,” ungkap Jefri.
Baca juga: Untuk Pertama Kali Sejak 1971, Somalia Duduki Kursi Ketua DK PBB