Berita Nasional

Data BNPB: Jawa Barat hingga Sumatra Utara Jadi Wilayah Paling Rawan Bencana

Sepanjang tahun 2025, Indonesia kembali dihadapkan pada rangkaian bencana alam yang datang silih berganti.

Editor: Wawan Akuba
TRIBUNNEWS
ILUSTRASI LONGSOR - Foto upaya pencarian korban longsor di Dusun Banturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (24/1). Sekeluarga tertimbun longsor tebing 7 meter belakang rumah, Minggu (3/8/2025) di Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya, Jawa Barat.Satu korban tewas. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sepanjang tahun 2025, Indonesia kembali dihadapkan pada rangkaian bencana alam yang datang silih berganti.

Banjir, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga gempa bumi terjadi di berbagai wilayah dan meninggalkan dampak besar bagi masyarakat.

Memasuki akhir tahun, bencana alam paling parah tercatat melanda Pulau Sumatra.

Tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mengalami banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 dan masih menyisakan duka hingga awal Januari 2026.

Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan permukiman, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Baca juga: Pani Gold Gorontalo Diduga Party di Tengah Suasana Duka Banjir Pohuwato, Berujung Minta Maaf

Hingga Kamis (1/1/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatra mencapai 1.157 orang, dengan 165 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Selain Sumatra, banjir juga menjadi bencana yang paling sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2025.

Data BNPB menunjukkan banjir mendominasi jumlah kejadian bencana nasional, terutama di Pulau Jawa dan Sumatra yang menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi.

Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut secara tahunan terdapat lima provinsi yang menjadi penyumbang terbanyak kejadian bencana sepanjang 2025.

Provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, dan Sumatra Utara.

Berdasarkan data BNPB, Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 419 kejadian bencana. Disusul Jawa Timur sebanyak 321 kejadian, Jawa Tengah 308 kejadian, Riau 242 kejadian, serta Sumatra Utara 220 kejadian.

Pada tingkat kabupaten dan kota, beberapa daerah juga tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap total bencana nasional.

Wilayah seperti Bogor, Kampar, Bima, Karawang, dan Siak menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari keseluruhan kejadian bencana di Indonesia.

Secara nasional, total kejadian bencana sepanjang 2025 hingga 31 Desember tercatat sebanyak 3.223 peristiwa.

Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia mencapai 1.587 jiwa, korban hilang 237 orang, dan korban luka-luka sebanyak 5.713 orang.

Sementara itu, jumlah warga terdampak dan mengungsi tercatat mencapai 10.147.009 orang.

Bencana juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas kesehatan, jembatan, serta berbagai infrastruktur dan fasilitas umum lainnya.

Dilihat dari jenis bencana, banjir menjadi peristiwa paling dominan dengan 1.644 kejadian.

Selanjutnya diikuti cuaca ekstrem sebanyak 712 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 546 kejadian, serta tanah longsor 233 kejadian.

Adapun gempa bumi tercatat 23 kejadian, erupsi gunung api 7 kejadian, tsunami 1 kejadian, kekeringan 36 kejadian, serta gelombang pasang dan abrasi 21 kejadian.

BNPB juga memperbarui data korban bencana di Sumatra per Kamis (1/1/2026).

Dari total 1.157 korban meninggal dunia, Aceh menjadi provinsi dengan jumlah tertinggi, yakni 530 orang. Disusul Sumatra Utara sebanyak 365 orang dan Sumatra Barat 262 orang.

Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang mencapai 165 orang, terdiri dari 31 orang di Aceh, 60 orang di Sumatra Utara, dan 74 orang di Sumatra Barat.

Proses pencarian masih terus dilakukan untuk menekan jumlah korban yang belum ditemukan.

Untuk jumlah pengungsi, BNPB mencatat sebanyak 380.360 orang masih berada di pengungsian.

Mayoritas berada di Aceh dengan 365.655 orang, disusul Sumatra Utara sebanyak 13.770 orang dan Sumatra Barat 9.935 orang.

BNPB menegaskan bahwa data korban masih berpotensi berubah seiring berjalannya proses pencarian dan evakuasi.

Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 26 Februari 2026 (8 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:18
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:16

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved