Berita Internasional
AS Bantah Klaim Rusia soal Drone Ukraina ke Rumah Putin, Tudingan Dinilai Upaya Gagalkan Perdamaian
Klaim Rusia yang menuduh Ukraina menyerang kediaman pribadi Presiden Vladimir Putin dengan drone mulai diragukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ilustrasi-drone-Bayraktar-TB2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Klaim Rusia yang menuduh Ukraina menyerang kediaman pribadi Presiden Vladimir Putin dengan drone mulai diragukan.
Amerika Serikat, Ukraina, dan Uni Eropa secara terbuka membantah tudingan tersebut dan menilainya sebagai manuver politik yang berpotensi menggagalkan upaya perdamaian menjelang pergantian tahun.
Isu ini mencuat setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin menuding Ukraina mengerahkan puluhan drone untuk menyerang rumah Putin di wilayah Novgorod, Rusia utara.
Baca juga: Modus Towing, Sabu 100 Kg Nyaris Beredar Saat Malam Tahun Baru
Lavrov menyebut insiden itu sebagai alasan Moskow untuk meninjau ulang posisi negosiasinya dalam perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat.
Namun, temuan pejabat keamanan nasional AS justru menyatakan sebaliknya.
Laporan Wall Street Journal menyebut penilaian intelijen Amerika, termasuk analisis CIA, menyimpulkan Ukraina tidak menargetkan Putin maupun kediamannya dalam serangan drone.
Hingga kini, Reuters menyebut belum ada bukti independen yang menguatkan klaim Rusia tersebut.
Presiden AS Donald Trump sempat menunjukkan empati terhadap pernyataan Putin.
Baca juga: Tahun Baru di Pengungsian, Prabowo Janji Perusak Alam Akan Ditertibkan Habis
Ia mengaku mendapat laporan langsung dari Presiden Rusia dan menyebut Putin “sangat marah” atas dugaan serangan itu.
Namun sikap Trump berubah beberapa hari kemudian.
Pada Rabu, Trump membagikan editorial New York Post di media sosial yang justru menuding Rusia menghambat perdamaian Ukraina.
Seorang sumber yang mengetahui persoalan ini menyebut perubahan sikap Trump terjadi setelah ia mendapat penjelasan dari Direktur CIA John Ratcliffe terkait tuduhan Rusia tersebut.
Ukraina: Tuduhan Rusia Bentuk Disinformasi
Pemerintah Ukraina secara tegas membantah telah melancarkan serangan drone ke rumah Putin.
Kyiv menyebut klaim Moskow sebagai kampanye disinformasi yang bertujuan merusak hubungan Ukraina dan Amerika Serikat.
Tuduhan itu disebut muncul tak lama setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Florida Selatan.