Berita Internasional
AS Bantah Klaim Rusia soal Drone Ukraina ke Rumah Putin, Tudingan Dinilai Upaya Gagalkan Perdamaian
Klaim Rusia yang menuduh Ukraina menyerang kediaman pribadi Presiden Vladimir Putin dengan drone mulai diragukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ilustrasi-drone-Bayraktar-TB2.jpg)
Pertemuan tersebut sebelumnya digambarkan kedua pihak berlangsung hangat dan produktif.
Dalam dokumen pengarahan yang dibagikan Ukraina kepada delegasi Uni Eropa dan diperoleh Reuters, Kyiv menilai tudingan Rusia dirancang untuk “menyabotase” kesepakatan awal yang tercapai dalam pertemuan Trump–Zelenskyy.
Kepala Diplomat Uni Eropa, Kaja Kallas, juga merespons keras klaim Rusia. Ia menyebut tudingan tersebut sebagai “pengalihan perhatian yang disengaja”.
“Tidak seorang pun seharusnya menerima klaim tak berdasar dari pihak agresor yang sejak awal perang telah menyerang infrastruktur dan warga sipil Ukraina secara membabi buta,” tulis Kallas melalui media sosial X.
Bukti Rusia Dinilai Janggal
Hingga Rabu, belum ada konfirmasi independen mengenai serangan drone ke kediaman Putin.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Rusia merilis video yang diklaim menunjukkan sisa-sisa drone Ukraina yang berhasil dijatuhkan.
Dalam video tersebut, Mayor Jenderal Alexander Romanenkov menyebut drone jenis Chaklun-V membawa bahan peledak 6 kilogram namun gagal meledak.
Ukraina langsung menepis tayangan itu dan menyatakan “sangat yakin” tidak ada serangan yang terjadi.
Ukraina juga menyoroti adanya kejanggalan dalam pernyataan pejabat Rusia.
Dalam beberapa jam setelah dugaan insiden, sejumlah pejabat Moskow mengeluarkan pernyataan publik yang hampir identik, yang dinilai Kyiv mengindikasikan adanya koordinasi sebelumnya.
Selain itu, warga di sekitar lokasi kediaman Putin di Novgorod dilaporkan media lokal tidak mendengar suara sistem pertahanan udara pada malam yang disebut sebagai waktu serangan.
Pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia pun dinilai tidak konsisten.
Awalnya Rusia menyebut 89 drone Ukraina dicegat di berbagai wilayah, termasuk 18 di Novgorod, tanpa menyebut kaitan dengan rumah Putin.
Sehari kemudian, jumlah itu berubah menjadi 91 drone yang diklaim seluruhnya menuju kediaman Putin.
Situasi ini menegaskan betapa isu dugaan serangan drone tersebut bukan sekadar soal militer, melainkan juga pertarungan narasi politik di tengah upaya mencari jalan damai atas perang Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun. (*)